Risale-i NurRisalah Orang-Orang Sakit

OBAT KEDUA PULUH EMPAT:

Risalah Orang-Orang Sakit · hlm. 21

Wahai para perawat yang melayani anak-anak sakit yang tak berdosa serta orang-orang tua yang berkedudukan seperti anak-anak yang tak berdosa! Di hadapan kalian terbentang suatu perniagaan ukhrawi yang penting. Raihlah perniagaan itu dengan semangat dan kesungguhan. Penyakit anak-anak yang tak berdosa itu — bagaikan latihan (idman) bagi tubuh-tubuh mungil itu, sebuah riyadhah, sebuah suntikan untuk memberikan daya tahan terhadap gejolak dunia di masa depan, dan sebuah pendidikan Rabbani — di samping mengandung banyak hikmah yang berkaitan dengan kehidupan duniawi anak; dan sebagai ganti dari kaffaratudz-dzunub (penghapus dosa) yang ada pada orang dewasa, penyakit itu bersifat suntikan yang menjadi sarana bagi kehidupan ruhani anak, penjernihan hidupnya, serta kemajuan maknawinya di masa depan atau di akhirat. Menurut ahli hakikat, sudah pasti bahwa pahala yang timbul dari penyakit-penyakit semacam itu tercatat dalam buku amal ayah dan ibunya, terutama masuk ke dalam lembaran kebaikan sang ibu yang — dengan rahasia kasih sayang — lebih mengutamakan kesehatan anaknya daripada kesehatan dirinya sendiri. Adapun merawat orang-orang tua, di samping memperoleh pahala yang besar, memperoleh doa mereka — khususnya jika mereka adalah ayah dan ibu — menyenangkan hati mereka, dan melayani mereka dengan penuh kesetiaan, telah terbukti melalui riwayat-riwayat sahih dan banyak peristiwa sejarah bahwa hal itu menjadi sarana bagi kebahagiaan di dunia ini sekaligus kebahagiaan akhirat. Seorang anak yang berbahagia, yang sepenuhnya menaati ayah dan ibunya yang telah tua, akan menyaksikan keadaan yang sama dari anak-anaknya sendiri; sebaliknya, seorang anak yang celaka, jika menyakiti kedua orang tuanya, telah terbukti melalui banyak peristiwa bahwa — selain azab ukhrawi — ia menerima hukumannya di dunia berupa banyak malapetaka. Ya, bukan sekadar merawat orang-orang tua, anak-anak tak berdosa, dan kerabatnya saja; bahkan bila seorang beriman — selama dengan rahasia iman terdapat persaudaraan hakiki — berjumpa dengan mereka, dan seorang tua yang sakit lagi terhormat membutuhkan pertolongannya, maka melayaninya dengan sepenuh jiwa dan raga adalah tuntutan keislaman.