Poin Pertama
Risalah Buah · hlm. 42
Pikiran tentang Neraka tidak menghilangkan kelezatan buah-buah iman yang lalu dengan rasa takutnya. Sebab rahmat Rabbani yang tak terhingga berkata kepada orang yang takut itu: Datanglah kepada-Ku, masuklah lewat pintu tobat. Supaya adanya Neraka bukan menakutimu, tapi justru mengenalkan kelezatan Surga secara utuh kepadamu, dan membalaskan dendam bagimu serta bagi makhluk-makhluk tak terhitung yang hak-haknya dilanggar, lalu membuat kalian senang. Kalaupun kamu tenggelam dalam kesesatan dan tak bisa keluar, tetap saja adanya Neraka seribu derajat lebih baik daripada hukuman mati selamanya, dan ia juga semacam rahmat bagi orang-orang kafir. Sebab manusia — bahkan binatang yang punya anak sekalipun — merasakan kelezatan dan kebahagiaan lewat kelezatan dan kebahagiaan kerabat, anak, dan sahabatnya; dari satu sisi ia ikut berbahagia. Maka begini, wahai orang yang ingkar! Menurut kesesatanmu, kamu akan jatuh ke dalam ketiadaan lewat hukuman mati selamanya, atau kamu akan masuk ke Neraka! Nah, ketiadaan — yang merupakan keburukan murni — akan membakar ruhmu, hatimu, dan hakikat kemanusiaanmu seribu derajat lebih dahsyat daripada Neraka. Sebab dengan ketiadaan itu, semua orang yang kamu cintai, dan semua kerabat, leluhur, serta keturunanmu — yang dengan kebahagiaan mereka kamu ikut senang dan sampai derajat tertentu ikut bahagia — dihukum mati bersamamu. Sebab kalau Neraka tidak ada, Surga pun tidak ada. Segala sesuatu jatuh ke dalam ketiadaan lewat kekufuranmu. Tapi kalau kamu masuk Neraka dan tetap berada dalam lingkaran keberadaan, maka orang-orang yang kamu cintai dan kerabatmu akan berbahagia di Surga, atau — dari satu sisi — meraih curahan rahmat dalam lingkaran keberadaan. Artinya, bagaimanapun juga, kamu justru perlu berpihak pada adanya Neraka. Menentang Neraka berarti berpihak pada ketiadaan, yaitu berpihak pada lenyapnya kebahagiaan sahabat-sahabatmu yang tak terhitung. Ya, Neraka adalah sebuah negeri keberadaan yang dahsyat dan penuh keagungan, yang menjalankan tugas sebuah penjara yang bijaksana dan adil milik Hâkim-i Zülcelal dari lingkaran keberadaan — yang merupakan kebaikan murni. Selain menjalankan tugas penjara, ia juga punya banyak tugas lain. Dan ia punya banyak hikmah serta layanan yang berkaitan dengan alam kekekalan. Dan ia adalah tempat tinggal yang penuh keagungan bagi banyak makhluk hidup seperti zabaniyah (malaikat penjaga Neraka).