Risale-i NurRisalah Buah

Masalah Kesembilan

Risalah Buah · hlm. 49

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِ

اٰمَنَ الرَّسُولُ بِمَٓا اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّهِ وَمَلٰٓئِكَتِه۪ وَكُتُبِه۪ وَرُسُلِه۪ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِنْ رُسُلِه۪ ilâ âhiri'l-âye...

Sebuah pertanyaan maknawi yang dahsyat dan sebuah keadaan yang lahir dari tersingkapnya sebuah nikmat Ilahi yang agung telah menjadi sebab bagi penjelasan sebuah poin menyeluruh dan panjang dari ayat yang paling merangkum, paling tinggi, dan paling besar ini. Begini: secara maknawi terlintas ke ruh: mengapa orang yang mengingkari satu saja hakikat iman yang kecil menjadi kafir, dan orang yang tidak menerimanya tidak menjadi muslim? Padahal iman kepada Allah جل جلاله dan akhirat, bagai matahari, seharusnya menghilangkan kegelapan itu. Dan mengapa orang yang mengingkari satu rukun dan hakikat iman menjadi murtad, jatuh ke kekufuran mutlak, dan orang yang tidak menerimanya keluar dari Islam? Padahal kalau ia masih beriman pada rukun-rukun iman yang lain, semestinya itu menyelamatkannya dari kekufuran mutlak?

Jawabannya: Iman adalah sebuah hakikat tauhid yang lahir dari enam rukunnya, sedemikian rupa sampai ia tidak menerima pemisahan. Dan ia sebuah keseluruhan menyeluruh yang tidak menerima pembagian. Dan ia sebuah keutuhan yang tidak bisa dipecah-pecah. Sebab setiap rukun iman, dengan bukti-bukti yang membuktikan dirinya, juga membuktikan rukun-rukun iman yang lain. Masing-masing menjadi bukti terbesar yang sangat kuat bagi yang lainnya. Kalau begitu, sebuah pikiran batil yang tidak bisa mengguncang semua rukun beserta semua dalilnya, dalam pandangan hakikat tidak bisa membatalkan dan mengingkari satu rukun saja, bahkan satu hakikat saja. Yang bisa ia lakukan hanyalah — dengan memejamkan mata di balik tabir "tidak menerima" — sebuah kekufuran yang keras kepala. Lama-kelamaan ia jatuh ke kekufuran mutlak, kemanusiaannya pun binasa. Ia pergi ke Neraka yang lahir maupun batin. Nah, di kedudukan ini, seperti di Risalah Buah (Meyve Risalesi) — dalam pembuktian kebangkitan, rukun-rukun iman yang lain pun terbukti ikut membuktikan kebangkitan, lewat ringkasan-ringkasan singkat — begitu juga di sini, dengan ringkasan padat dan singkat — dengan inayah (pertolongan khusus Ilahi) Cenâb-ı Hak (Allah جل جلاله Yang Maha Tinggi) — poin terbesar ini akan dijelaskan dalam enam poin.