Poin Ketiga
Panduan Pemuda · hlm. 25
Dalam membantu para tahanan dengan khidmat yang penuh kasih sayang, menyerahkan ke tangan mereka rezeki yang mereka butuhkan, dan mengoleskan salep penghibur pada luka-luka batin mereka — ada keuntungan besar dengan amal yang sedikit. Dan memberikan kepada mereka makanan yang datang dari luar — seukuran makanan itu — akan dituliskan, sebagai sebuah sedekah, ke dalam buku catatan amal baik sang sipir, serta orang-orang yang bekerja bersama sipir itu, baik di dalam maupun di luar penjara. Khususnya kalau orang yang tertimpa musibah itu tua, atau sakit, atau miskin, atau terasing, maka pahala sedekah maknawi itu bertambah banyak sekali.
Nah, syarat keuntungan berharga ini adalah mendirikan salat fardu. Supaya khidmat itu menjadi Lillah, semata karena Allah جل جلاله. Dan satu syarat lagi: bergegas menolong mereka dengan kesetiaan, kasih sayang, dan kegembiraan, dengan cara yang tidak mengungkit-ungkit jasa.
بِاسْمِهِ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ اَبَدًا دَائِمًا
Wahai teman-teman sepenjaraku dan saudara-saudaraku seagama! Hatiku diberi peringatan untuk menjelaskan kepada kalian sebuah hakikat yang akan menyelamatkan kalian, baik dari azab dunia maupun dari azab akhirat. Hakikat itu adalah sebagai berikut:
Misalnya: ada seseorang yang telah membunuh saudara atau kerabat orang lain. Sebuah pembunuhan demi kenikmatan balas dendam selama satu menit akan membuatnya menanggung — selama jutaan menit — baik kesempitan hati maupun azab penjara, dan kerabat si korban pun, karena kecemasan akan balas dendam dan karena memikirkan musuh di hadapannya, akan kehilangan kelezatan hidup dan kenikmatan usianya. Ia menanggung azab ketakutan sekaligus azab kemarahan. Hanya ada satu jalan keluar untuk ini. Yaitu berbaikan dan berdamai — sesuatu yang diperintahkan oleh Al-Qur'an, dan yang dituntut serta dianjurkan oleh kebenaran, hakikat, kemaslahatan, kemanusiaan, dan keislaman.
Ya, hakikat dan kemaslahatan itu adalah perdamaian. Sebab, ajal itu satu, tidak berubah. Si korban itu, bagaimanapun, tidak akan hidup lebih lama dari saat ajalnya tiba. Sedangkan si pembunuh hanyalah menjadi perantara bagi ketetapan Ilahi itu. Kalau tidak ada perdamaian, kedua belah pihak akan selamanya menanggung azab ketakutan dan balas dendam. Karena itulah keislaman memerintahkan: "Seorang mukmin tidak boleh memutus hubungan dengan mukmin lain lebih dari tiga hari." Kalau pembunuhan itu tidak berasal dari permusuhan dan tidak dari niat jahat yang penuh dendam, melainkan ada seorang munafik yang menjadi perantara fitnah itu; maka berbaikan dengan cepat adalah keharusan. Kalau tidak, musibah yang kecil itu akan membesar dan terus berlanjut. Kalau mereka berdamai, lalu si pembunuh bertobat dan selalu mendoakan si korban, maka kedua belah pihak akan sangat beruntung dan menjadi seperti saudara. Sebagai ganti seorang saudara yang telah tiada, ia memperoleh beberapa saudara yang taat beragama. Ia berserah diri kepada kada dan kadar Ilahi, lalu memaafkan musuhnya; dan terutama, selama mereka sudah mendengarkan pelajaran Risale-i Nur, maka sudah pasti — demi kemaslahatan, demi ketenangan pribadi maupun bersama, dan demi ukhuwah di dalam lingkaran Nur — semua perselisihan yang ada di antara mereka harus ditinggalkan.
Seperti halnya di penjara Denizli, semua tahanan yang tadinya saling bermusuhan menjadi saudara satu sama lain berkat pelajaran Nur, dan ini menjadi salah satu sebab pembebasan kami; bahkan mereka membuat orang-orang yang tak beragama dan para gelandangan pun berkata "Masya Allah جل جلاله, barakallah" tentang para tahanan itu, dan para tahanan itu pun benar-benar bisa bernapas lega. Di sini aku melihat: gara-gara satu orang saja, seratus orang menanggung kesempitan dan tidak bisa keluar bersama untuk menghirup udara. Ini menjadi kezaliman bagi mereka. Seorang mukmin yang jantan dan punya hati nurani tidak akan menimpakan ratusan kerugian kepada orang-orang beriman hanya demi sebuah kesalahan atau keuntungan yang kecil dan sepele. Kalau ia berbuat salah lalu menimpakannya, maka ia harus segera bertobat.
بِاسْمِهِ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ اَبَدًا دَائِمًا
Saudara-saudaraku yang baru lagi mulia, dan para tahanan lama!
Aku telah sampai pada keyakinan yang pasti bahwa: dari sisi pertolongan Ilahi, salah satu sebab penting masuknya kami ke sini adalah kalian. Maksudnya, dengan hiburan-hiburan Nur dan dengan hakikat-hakikat iman, untuk menyelamatkan kalian dari kesempitan musibah penjara ini, dari banyaknya kerugian duniawi, dari kesia-siaan dan hilangnya secara percuma hidup kalian yang berlalu dengan kesedihan dan duka tanpa guna, dan dari menangisnya akhirat kalian seperti menangisnya dunia kalian — lalu memberi kalian sebuah hiburan yang sempurna. Selama hakikatnya memang begini, maka sudah pasti kalian pun harus menjadi saudara satu sama lain, seperti para tahanan Denizli dan para murid Nur. Kalian lihat sendiri: agar tidak ada satu pisau pun masuk ke tengah-tengah kalian dan agar kalian tidak saling menyerang, semua barang kalian yang datang dari luar, juga makanan, roti, dan sup kalian, mereka aduk-aduk dulu. Para sipir yang berkhidmat kepada kalian dengan setia menanggung banyak sekali kesusahan. Dan kalian pun tidak keluar bersama-sama untuk menghirup udara. Seolah-olah kalian akan saling menerkam seperti binatang buas dan makhluk liar. Nah, sekarang, wahai teman-teman baru yang membawa urat kepahlawanan fitri seperti kalian, di zaman ini, dengan sebuah kepahlawanan batin yang besar, katakanlah kepada para petugas:
"Jangankan diberi pisau ke tangan kami, bahkan kalaupun diberi senapan Mauser dan revolver, bahkan kalaupun diberi perintah, kami tidak akan menyentuh teman-teman kami yang malang dan yang tertimpa musibah seperti kami ini. Sekalipun dulu di antara kami ada seratus permusuhan dan kebencian, kami sudah memutuskan — atas perintah dan bimbingan Al-Qur'an, iman, ukhuwah Islamiah, dan kemaslahatan kami — untuk merelakan semua itu dan berusaha agar tidak menyinggung hati mereka." Dengan mengatakan itu, ubahlah penjara ini menjadi sebuah tempat pengajaran yang penuh berkah.