Persoalan Kelima
Panduan Pemuda · hlm. 62
Selama dunia itu fana. Dan selama umur itu pendek. Dan selama tugas-tugas yang amat penting itu banyak. Dan selama kehidupan abadi itu diraih di sini. Dan selama dunia ini tidak tanpa pemilik. Dan selama rumah tamu dunia ini punya seorang Pengatur yang amat Bijaksana lagi Mahamulia. Dan selama tidak ada kebaikan maupun keburukan yang akan dibiarkan tanpa balasan. Dan selama — sesuai rahasia ayat: لاَ يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا — tidak ada pembebanan di luar kesanggupan. Dan selama jalan yang tak berbahaya lebih utama daripada jalan yang berbahaya. Dan selama teman-teman dan pangkat-pangkat duniawi itu hanya sampai ke pintu kubur.
Maka sudah pasti, orang yang paling berbahagia adalah dia yang tidak melupakan akhirat demi dunia, tidak mengorbankan akhiratnya demi dunia, tidak merusak kehidupan abadinya demi kehidupan dunia, tidak menghabiskan umurnya dengan hal-hal yang sia-sia; yang menganggap dirinya sebagai tamu lalu bergerak sesuai perintah pemilik rumah tamu; dan yang membuka pintu kubur dengan selamat lalu masuk ke kebahagiaan abadi.
* * *
Pertanyaan Ketujuh Anda: خَيْرُ شَبَابِكُمْ مَنْ تَشَبَّهَ بِكُهُولِكُمْ وَشَرُّ كُهُولِكُمْ مَنْ تَشَبَّهَ بِشَبَابِكُمْ — apakah ini hadis; dan apa maksudnya?
Jawaban: Aku mendengarnya sebagai hadis. Dan maksudnya adalah: "Pemuda yang paling baik adalah dia yang — seperti orang tua — memikirkan kematian lalu bekerja untuk akhiratnya, yang tidak menjadi budak hawa nafsu masa muda, dan yang tidak tenggelam dalam kelalaian. Dan orang tua kalian yang paling buruk adalah dia yang ingin menyerupai kaum muda dalam kelalaian dan hawa nafsu; yang secara kekanak-kanakan mengikuti hawa nafsu dirinya."
Bentuk yang benar dari bagian kedua yang kamu lihat di lembaranmu adalah berikut ini; aku telah menggantungnya di atas kepalaku sebagai sebuah lembaran hikmah. Setiap pagi dan sore aku memandangnya, lalu mengambil pelajaranku:
Kalau kamu ingin sahabat, Allah جل جلاله sudah cukup. Ya, kalau Dia menjadi sahabat, maka segala sesuatu menjadi sahabat.
Kalau kamu ingin teman-teman akrab, Al-Qur'an sudah cukup. Ya, di dalamnya orang bisa berjumpa secara khayal dengan para nabi dan malaikat, menyaksikan kisah-kisah mereka, lalu menjadi akrab dengannya.
Kalau kamu ingin harta, sifat qana'ah (merasa cukup) sudah cukup. Ya, orang yang qana'ah akan berhemat; orang yang berhemat akan menemukan keberkahan.
Kalau kamu ingin musuh, nafsu sudah cukup. Ya, orang yang mengagumi dirinya akan menemukan bencana dan jatuh ke dalam kesusahan; orang yang tidak mengagumi dirinya akan menemukan ketenangan dan menuju rahmat.
Kalau kamu ingin nasihat, kematian sudah cukup. Ya, orang yang memikirkan kematian akan terlepas dari cinta dunia dan bekerja sungguh-sungguh untuk akhiratnya.
* * *