Risale-i NurPanduan Pemuda

(Dari Kumpulan Lem'alar)

Panduan Pemuda · hlm. 63

OBAT KELIMA: Wahai orang sakit yang ditimpa penyakit! Di zaman ini, lewat pengalamanku aku sampai pada keyakinan bahwa: penyakit bagi sebagian orang adalah sebuah karunia Ilahi, sebuah hadiah Ar-Rahmani. Selama delapan-sembilan tahun ini, padahal aku tidak layak, beberapa pemuda menemuiku untuk minta doa berkenaan dengan penyakit mereka. Aku memperhatikan: pemuda sakit mana pun yang kulihat, ia mulai memikirkan akhiratnya lebih daripada para pemuda lain. Tidak ada mabuk masa muda padanya. Ia sedikit banyak menyelamatkan dirinya dari hawa nafsu kebinatangan yang ada dalam kelalaian. Aku pun memperhatikan, lalu kuingatkan mereka bahwa penyakit-penyakit mereka — yang masih dalam batas yang bisa ditahan — adalah sebuah karunia Ilahi.

Aku berkata: "Saudaraku, aku tidak menentang penyakitmu ini; aku tidak merasa iba lalu mengasihanimu karena penyakit ini sampai harus berdoa agar segera hilang. Berusahalah bersabar sampai penyakit ini benar-benar membangunkanmu, dan setelah penyakit ini menyelesaikan tugasnya, insya Allah جل جلاله Al-Hâlık-ı Rahîm (Sang Pencipta Yang Maha Penyayang) akan memberimu kesembuhan."

Dan aku berkata: "Sebagian orang yang seusiamu, gara-gara bencana kesehatan, jatuh ke dalam kelalaian, lalu meninggalkan salat, tidak memikirkan kubur, melupakan Allah جل جلاله, dan demi kesenangan lahiriah dari kehidupan dunia yang cuma satu jam, mereka mengguncang, melukai, bahkan mungkin menghancurkan kehidupan abadinya yang tak terhingga. Sedangkan kamu, dengan mata penyakit, melihat kuburmu — yang pasti akan kamu datangi sebagai sebuah persinggahan — dan persinggahan-persinggahan ukhrawi di belakangnya, lalu kamu bertindak sesuai dengan itu. Artinya, bagi kamu, penyakit itu adalah sebuah kesehatan. Sedangkan kesehatan pada sebagian orang seusiamu, itu adalah sebuah penyakit."

* * *