Risale-i NurPanduan Pemuda

Kedudukan Kedua dari Kalimat Ketujuh Belas (Onyedinci Söz)

Panduan Pemuda · hlm. 57

{Haşiye: Bagian-bagian dalam kedudukan kedua ini mirip syair, tapi sebenarnya bukan syair. Tidak sengaja digubah dalam bentuk syair. Mungkin karena keteraturan hakikat-hakikatnya yang sempurna, ia mengambil rupa yang sedikit berbentuk syair.}

Tinggalkan jeritan yang tak berdaya itu, dari bencana datanglah lalu bertawakallah! Sebab ketahuilah: jeritan itu sendiri adalah bencana di dalam bencana, kesalahan di dalam bencana! Kalau kamu sudah menemukan Sang Pemberi bencana itu, ketahuilah: ia adalah bencana di dalam anugerah, bencana di dalam kesenangan! Tinggalkan jeritan, bersyukurlah seperti burung bulbul; supaya setiap saat, dari kegembiraannya, mawar dan anggur pun selalu tersenyum. Kalau kamu tidak menemukan-Nya, ketahuilah: seluruh dunia adalah kesia-siaan di dalam derita, kesia-siaan di dalam kefanaan! Selama di atas kepalamu ada bencana sepenuh dunia, kenapa kamu berteriak gara-gara satu bencana kecil? Datanglah lalu bertawakallah! Dengan tawakal, tersenyumlah di hadapan bencana, supaya ia pun tersenyum. Semakin ia tersenyum, ia semakin mengecil, lalu berubah. Ketahuilah, wahai hodgâm (yang hanya memikirkan kesenangan dirinya sendiri)! Kebahagiaan di dunia ini ada pada meninggalkan dunia. Kalau kamu seorang Hudabîn (yang selalu memandang kepada Allah جل جلاله), itu sudah cukup; sekalipun kamu meninggalkan dunia, segala sesuatu berpihak kepadamu. Tapi kalau kamu seorang hodbîn (yang hanya memikirkan dirinya sendiri), itu kebinasaan; apa pun yang kamu lakukan, segala sesuatu memusuhimu. Artinya, di dunia ini, meninggalkan dunia itu perlu dalam kedua keadaan tadi. Meninggalkan dunia maksudnya: memandang dunia sebagai milik Allah جل جلاله, dengan izin-Nya, atas nama-Nya. Kalau kamu menginginkan perniagaan, maka tukarkanlah umurmu yang fana ini dengan yang kekal. Kalau kamu mendambakan nafsumu, itu lapuk lagi tanpa dasar. Kalau kamu menginginkan ufuk-ufuk dunia luar, ada cap kefanaan di atasnya. Artinya tidak layak untuk dibeli, sebab semua barang di pasar ini barang lapuk. Kalau begitu, lewatlah; barang-barang yang baik berderet di belakangnya...