Inti Makna Kata 'Hüve' (Hüve Nüktesi)
Panduan Pemuda · hlm. 53
بِاسْمِهِ سُبْحَانَهُ وَ اِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ اَبَدًا دَائِمًا
Saudara-saudaraku yang amat mulia lagi setia!
Saudara-saudaraku, pada kata هُوَ di dalam لاَ اِلٰهَ اِلاَّ هُوَ dan قُلْ هُوَ اللّٰهُ — di dalam sebuah inti makna tauhid yang halus, yang tampak secara tiba-tiba lewat penelaahan lembaran udara dalam sebuah perjalanan khayali-pemikiran, hanya dari sisi materinya saja — aku menyaksikan bahwa: jalan keimanan itu mudah sampai derajat yang tak terhingga dan ringan sampai derajat keharusan, sedangkan pada jalan syirik dan kesesatan terdapat ribuan kemustahilan yang amat sulit lagi tak mungkin, sampai derajat yang tak terhingga. Dengan sebuah isyarat yang amat singkat, akan kujelaskan inti makna yang luas lagi panjang itu.
Ya, seperti halnya kalau segenggam tanah — di dalam pot yang secara bergiliran menjadi tempat tumbuh bagi ratusan bunga — diserahkan kepada alam dan sebab-sebab, maka mau tidak mau: entah di dalam pot itu harus ada ratusan mesin dan pabrik maknawi dalam ukuran kecil, bahkan sebanyak jumlah bunga itu; entah setiap partikel dalam sekepal tanah itu harus tahu cara membuat semua bunga yang berbeda-beda itu dengan beragam khasiatnya dan dengan perangkat-perangkat hidupnya; sehingga ia harus punya ilmu yang tak terhingga dan kemampuan yang tak berhingga, persis seperti sesembahan (ilah). Persis seperti itu pula: di dalam udara — yang merupakan sebuah arasy bagi perintah dan kehendak — di setiap bagian angin, dan di dalam udara yang ada pada kata هُوَ yang hanya sebesar satu embusan napas dan satu kuku; dalam ukuran yang amat kecil, harus ada pusat-pusat, sentral-sentral, serta penerima dan pemancar dari semua telepon, telegraf, radio, dan percakapan yang tak terhitung lagi beragam yang ada di seluruh dunia — dan udara kecil itu harus bisa mengerjakan urusan-urusan yang tak terhitung itu sekaligus dalam satu saat; entah setiap partikel dari setiap bagian udara yang ada pada هُوَ itu — bahkan dari unsur udara — harus punya kepribadian dan kemampuan maknawi sebanyak semua operator telepon, semua operator telegraf yang berbeda-beda, dan semua orang yang berbicara lewat radio; harus tahu seluruh bahasa mereka; dan pada saat yang sama harus memberitahukannya juga kepada partikel-partikel lain, lalu menyebarkannya. Sebab, keadaan itu memang sebagiannya terlihat secara nyata, dan kemampuan itu ada pada seluruh bagian udara. Nah, pada jalan orang-orang kafir, kaum naturalis (yang menganggap segalanya hanya alam belaka), dan kaum materialis, terlihat dengan jelas bukan hanya satu kemustahilan, melainkan kemustahilan, ketidakmungkinan, dan kesulitan sebanyak jumlah partikel. Tapi kalau diserahkan kepada As-Sâni'-i Zülcelal (Sang Pengrajin Pemilik Keagungan), maka udara beserta seluruh partikelnya menjadi prajurit-Nya yang siap menerima perintah. Tugas-tugasnya yang menyeluruh lagi tak terhingga dikerjakan semudah satu tugas teratur dari satu partikel saja — dengan izin dan kekuatan Penciptanya, dengan berpaut dan bersandar kepada Sang Pencipta, dan dengan kilauan kekuasaan Sang Pengrajin — dalam satu saat, secepat kilat, dan semudah mengucapkan هُوَ serta bergelombangnya udara. Artinya, udara menjadi sebuah lembaran bagi tulisan-tulisan pena Kekuasaan yang tak terhingga, menakjubkan, lagi teratur; partikel-partikelnya menjadi ujung-ujung pena itu, dan tugas-tugas partikel itu pun menjadi titik-titik dari pena takdir. Ia bekerja semudah gerakan satu partikel saja.
Nah, ketika dalam perjalananku — dengan gerak pemikiran pada لاَ اِلٰهَ اِلاَّ هُوَ dan قُلْ هُوَ اللّٰهُ — aku menyaksikan alam udara dan menelaah lembaran unsur itu, aku menyaksikan hakikat yang ringkas ini dengan keyakinan sehakikat penglihatan (aynelyakîn), secara benar-benar jelas lagi terperinci. Dan seperti halnya pada lafaz هُوَ dan pada udaranya terdapat sebuah bukti yang cemerlang semacam itu, sebuah kilatan vâhidiyet (keesaan yang umum); begitu pula pada maknanya dan isyaratnya terdapat sebuah kilauan ehadiyet (ketunggalan) yang amat bercahaya, dan sebuah bukti tauhid yang amat kuat. Dan karena pada bukti itu terdapat sebuah petunjuk penentu — yang menunjukkan kepada Zat manakah isyarat mutlak lagi samar dari kata ganti هُوَ itu menghadap — maka aku mengetahui dengan keyakinan selevel ilmu (ilmelyakîn): baik Al-Qur'an yang penjelasannya penuh mukjizat, maupun para ahli zikir, sama-sama banyak mengulang kalimat suci ini di kedudukan tauhid.
Ya, misalnya: pada selembar kertas putih, kalau diletakkan satu titik lalu dua-tiga titik lagi, ia akan bercampur; seseorang akan kebingungan kalau mengerjakan banyak tugas berbeda sekaligus; seekor makhluk hidup kecil akan tergencet kalau dibebani banyak beban; dan satu lisan serta satu telinga, keteraturannya akan rusak dan kacau kalau beberapa kata keluar dan masuk bersamaan dalam satu saat — padahal semua itu demikian, aku melihat dengan aynelyakîn bahwa: di dalam unsur udara yang kujelajahi secara pikiran dengan kunci dan kompas هُوَ ini — meskipun ke dalam setiap bagiannya, bahkan setiap partikelnya, diletakkan atau bisa diletakkan ribuan titik, huruf, dan kata yang beragam — ternyata ia tidak bercampur dan tidak merusak keteraturannya; dan meskipun ia mengerjakan banyak sekali tugas yang berbeda-beda, semuanya dikerjakan tanpa kebingungan sedikit pun; dan meskipun banyak sekali beban berat ditimpakan kepada bagian dan partikel itu, ia memikulnya dengan teratur, tanpa menunjukkan kelemahan sedikit pun, tanpa tertinggal; dan ribuan kata yang berbeda-beda, dengan cara dan makna yang berbeda-beda, datang dan keluar dengan keteraturan yang sempurna ke telinga dan lisan yang amat kecil itu, lalu masuk ke telinga-telinga kecil itu dan keluar dari lisan-lisan yang amat tipis itu, tanpa sedikit pun bercampur atau rusak; dan setiap partikel serta setiap bagian kecil itu, selain mengerjakan tugas-tugas menakjubkan ini, juga berkeliling dengan kebebasan yang sempurna, dengan bahasa keadaan yang penuh kerinduan, dan dengan kesaksian serta lisan hakikat yang telah disebut tadi, seraya mengucapkan لاَ اِلٰهَ اِلاَّ هُوَ dan قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ; dan di tengah gelombang-gelombang yang membenturkan udara seperti badai, kilat, halilintar, dan guruh, ia sama sekali tidak merusak keteraturan dan tugas-tugasnya, tidak kebingungan, dan satu pekerjaan tidak menghalangi pekerjaan yang lain... Aku menyaksikannya dengan aynelyakîn.
Artinya, mau tidak mau: entah setiap partikel dan setiap bagian di udara harus punya hikmah yang tak berhingga, ilmu dan kehendak yang tak berhingga, kekuatan dan kekuasaan yang tak berhingga, serta sifat-sifat sebagai penguasa mutlak atas seluruh partikel — supaya ia bisa menjadi penopang urusan-urusan ini. Padahal hal ini mustahil lagi batil sebanyak jumlah partikel. Bahkan setan pun tidak akan bisa membayangkannya. Kalau begitu, lembaran udara ini — pada derajat hakkalyakîn (keyakinan sehakikat penghayatan), aynelyakîn, dan ilmelyakîn, dengan amat jelas — berkedudukan sebagai lembaran yang terus berubah dari pena Kekuasaan dan takdir, yang dijalankan oleh Zât-ı Zülcelal (Zat Pemilik Keagungan) dengan ilmu dan hikmah-Nya yang tak terhingga lagi tak berbatas; dan sebagai sebuah papan tulis-hapus yang bernama lauh mahv-isbat (papan penghapusan dan penetapan) — sebuah Lauh Mahfuz di alam perubahan dan di dalam keadaan-keadaannya yang terus berganti.
Nah, seperti halnya unsur udara menunjukkan kilauan keesaan yang telah disebut dan keajaiban-keajaiban yang telah disebut, serta menampakkan kemustahilan kesesatan yang tak terhingga, hanya pada tugas pemindahan suara saja; begitu pula, salah satu tugas penting unsur udara yang lain adalah memindahkan daya-daya halus lain seperti listrik, gaya tarik, gaya tolak, dan cahaya, tanpa kebingungan lagi teratur; dan pada saat yang sama ketika ia mengerjakan tugas pemindahan suara, pada saat yang sama pula ketika ia mengerjakan tugas-tugas ini, ia juga menumbuhkan dengan keteraturan yang sempurna segala perbekalan yang dibutuhkan kehidupan — seperti pernapasan dan penyerbukan — bagi seluruh tumbuhan dan hewan. Ia membuktikan secara pasti bahwa dirinya adalah sebuah arasy bagi perintah dan kehendak Ilahi. Dan aku sampai pada keyakinan yang pasti bahwa ia membuktikan — sampai derajat aynelyakîn — bahwa kebetulan yang ngawur, kekuatan yang buta, tabiat (alam) yang tuli, sebab-sebab yang kacau lagi tanpa tujuan, serta materi-materi yang lemah, beku, dan bodoh, sama sekali tidak mungkin lagi tidak ada peluangnya untuk ikut campur dalam penulisan dan tugas-tugas lembaran udara ini. Dan aku mengetahui bahwa setiap partikel dan setiap bagian, lewat bahasa keadaan, mengucapkan لاَ اِلٰهَ اِلاَّ هُوَ dan قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ; dan seperti halnya dengan kunci هُوَ ini aku melihat keajaiban-keajaiban di sisi materi udara, begitu pula unsur udara itu sendiri — sebagai sebuah هُوَ — menjadi sebuah kunci bagi alam mitsal (alam citra/perumpamaan) dan alam makna.
Aku melihat: alam mitsal mengambil foto yang tak berhingga, dan setiap foto merekam kejadian-kejadian dunia yang tak terhitung pada saat yang sama tanpa mencampuradukkannya sedikit pun. Aku mengetahuinya sebagai sebuah sinema ukhrawi yang luas lagi sebesar ribuan dunia, dan sebagai sebuah kamera foto yang amat besar — yang berfungsi untuk memperlihatkan ke mata para penghuni kebahagiaan abadi, di tempat-tempat tontonan yang kekal dan di Surga: keadaan dan kondisi yang fana lagi sirna dari segala yang fana, buah-buah dari kehidupan mereka yang sementara, petualangan dunia mereka, dan kenangan-kenangan lama mereka, lewat lukisan-lukisannya. {Haşiye: Tapi karena waktu dan tempat, keadaan dan situasi tidak mengizinkan untuk membuktikannya dengan bukti-bukti yang kuat seperti hakikat-hakikat yang lahiriah, maka pembahasannya dipersingkat.}
Dan dua bukti, dua contoh kecil, dan dua titik bagi Lauh Mahfuz dan alam mitsal — yaitu daya ingat dan daya khayal yang ada di kepala manusia — meskipun keduanya hanya sebesar biji kacang lentil, namun di dalamnya tertulis informasi sebanyak sebuah perpustakaan besar dengan keteraturan yang sempurna tanpa tercampur sedikit pun: hal ini membuktikan secara pasti bahwa contoh terbesar lagi teragung dari dua daya itu adalah alam mitsal dan Lauh Mahfuz.
Diketahui dengan pasti, lewat ilmelyakîn: bahwa unsur udara dan air — khususnya air nutfah dan unsur udara — ditulis dengan hikmah dan kehendak yang jauh lebih tinggi daripada unsur tanah, serta dengan pena takdir dan Kekuasaan; bahwa ikut campurnya kebetulan, kekuatan yang buta, tabiat (alam) yang tuli, serta sebab-sebab yang beku lagi tanpa tujuan, mustahil seratus kali lipat dan sama sekali tidak mungkin; dan bahwa udara serta air itu adalah lembaran dari pena takdir dan hikmah Al-Hakîm-i Zülcelal (Sang Mahabijaksana Pemilik Keagungan).
Selebihnya untuk saat ini belum dituliskan. Ribuan salam untuk semuanya.