Risale-i NurPanduan Pemuda

Isyarat Ketiga

Panduan Pemuda · hlm. 66

Wahai manusia! Sebuah keadaan paling aneh yang ditaruh oleh Al-Fâtır-ı Hakîm (Sang Maha Pencipta lagi Mahabijaksana) ke dalam hakikat dirimu adalah ini: kadang kamu tidak bisa muat di dunia. Seperti orang yang dicekik lehernya di penjara, kamu berkata "aduh, aduh" lalu meminta sebuah tempat yang lebih luas daripada dunia; padahal di saat yang sama kamu masuk dan muat ke dalam sebuah urusan kecil, sebuah kenangan, satu menit saja. Kalbu dan pikiranmu yang tidak bisa muat di dunia yang mahabesar, ternyata muat di partikel kecil itu. Dengan perasaanmu yang paling kuat, kamu berkeliling di menit kecil itu, di kenangan kecil itu.

Dan ke dalam hakikat dirimu telah diberikan perangkat-perangkat maknawi dan lathifah (perangkat halus batin) sedemikian rupa, sampai-sampai: sebagian darinya, kalaupun menelan dunia, tidak akan kenyang. Sebagian lainnya, tidak bisa memuat satu partikel pun di dalam dirinya. Seperti halnya kepala mampu mengangkat batu seberat satu batman,* sedangkan mata tidak mampu mengangkat sehelai rambut; begitu pula lathifah itu tidak mampu menahan beban seberat sehelai rambut, yakni sebuah keadaan kecil yang datang dari kelalaian dan kesesatan. Bahkan kadang ia padam lalu mati. Selama keadaannya begitu; berhati-hatilah, melangkahlah dengan cermat, takutlah tenggelam. Jangan tenggelam di dalam satu suap, satu kata, satu biji, satu kilatan, satu isyarat, atau satu ciuman! Jangan tenggelamkan lathifah-lathifahmu yang besar — yang sanggup menelan dunia — di dalamnya. Sebab ada hal-hal yang amat kecil, yang dari satu sisi menelan hal-hal yang amat besar. Seperti halnya pada sebuah pecahan kaca kecil; langit beserta bintang-bintangnya masuk ke dalamnya lalu tenggelam. Seperti halnya ke dalam daya ingatmu yang kecil bagai biji sawi masuk sebagian besar lembaran amalmu dan sebagian besar lembaran-lembaran umurmu; begitu pula ada hal-hal yang amat kecil dan remeh, yang dari satu sisi menelan dan menampung benda-benda yang besar.

* * *