(Dari Lampiran Kastamonu)
Panduan Pemuda · hlm. 67
Seorang pemuda penghafal Al-Qur'an dari kalangan murid Risale-i Nur berkata, seperti yang dikatakan banyak orang: "Penyakit lupa pada diriku semakin bertambah, apa yang harus kulakukan?" Aku pun berkata: Sebisa mungkin, jangan memandang yang bukan mahram. Sebab ada riwayat. Seperti yang dikatakan Imam Syafi'i (semoga Allah جل جلاله meridainya): Pandangan yang haram mewariskan kelupaan.
Ya, pada umat Islam, semakin banyak pandangan yang haram, hawa nafsu pun bergejolak, lalu tubuhnya masuk ke dalam pemborosan lewat penyalahgunaan. Ia jadi terpaksa mandi besar beberapa kali seminggu. Dari situ, secara medis, daya ingatnya menjadi lemah. Ya, di abad ini, gara-gara keterbukaan aurat yang serampangan, khususnya di negeri-negeri panas ini, penyalahgunaan yang lahir dari pandangan buruk itu mulai membuahkan sebuah penyakit lupa yang umum. Semua orang, sedikit atau banyak, mengeluhkan hal itu. Nah, dengan bertambahnya penyakit umum ini, tampak di ujungnya takwil dari sebuah kabar mengerikan yang diberikan hadis mulia. Beliau telah bersabda: "Di akhir zaman, Al-Qur'an dicabut dari dada para penghafal, keluar, dan terlupakan." Artinya, penyakit ini akan semakin dahsyat; karena pandangan buruk ini, pada sebagian orang akan terpasang penghalang bagi hafalan Al-Qur'an; dan hal itu akan menunjukkan takwil hadis tadi.
* * *