ISYARAT KESEMBILAN
Panduan Pemuda · hlm. 96
Hasil dari iman dan cinta kepada Allah جل جلاله: dengan kesepakatan para ahli kasyaf (penyingkapan mata batin) dan tahqiq — kehidupan surga, yang seribu tahun kehidupan bahagia dunia tidak sebanding dengan satu jamnya; dan bahkan seribu tahun kehidupan surga pun tidak sebanding dengan satu jam menyaksikan serta memandang Zat Yang Mahaagung, Pemilik keindahan dan kesempurnaan yang suci lagi mahasuci; {Haşiye: Menurut nash hadis: "Penyaksian itu sedemikian tinggi di atas seluruh kelezatan surga, sampai-sampai ia membuat lupa pada semuanya. Dan setelah penyaksian itu, keelokan para penyaksi bertambah sedemikian rupa, sehingga ketika mereka kembali, keluarga mereka di istana-istana surga hanya bisa mengenali mereka dengan susah-payah dan dengan amat memperhatikan" — demikian diriwayatkan dalam hadis.} hal ini ditetapkan dengan hadis yang pasti dan dengan nash Al-Qur'an. Setiap orang merasakan di hati nuraninya: sebuah rasa ingin tahu yang penuh rindu untuk memandang seorang yang masyhur dengan kesempurnaan yang megah seperti Nabi Sulaiman 'alaihissalam, dan sebuah kerinduan yang penuh rasa ingin tahu untuk menyaksikan seorang yang istimewa dengan keelokan seperti Nabi Yusuf 'alaihissalam. Maka cobalah kamu ukur — kalau kamu mampu: betapa didambakan lagi membangkitkan rasa ingin tahu, dan betapa diidamkan lagi membangkitkan kerinduan, memandang serta menyaksikan sebuah Zat yang seluruh keindahan dan kesempurnaan surga — yang beribu derajat lebih tinggi daripada seluruh keindahan dan kesempurnaan dunia — hanyalah satu kilau dari keindahan dan kesempurnaan-Nya...
اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا فِى الدُّنْيَا حُبَّكَ وَ حُبَّ مَا يُقَرِّبُنَا اِلَيْكَ وَ اْلاِسْتِقَامَةَ كَمَا اَمَرْتَ وَ فِى اْلاٰخِرَةِ رَحْمَتَكَ وَ رُؤْيَتَكَ
سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مَنْ اَرْسَلْتَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ وَ عَلَى اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ اَجْمَعِينَ اٰمِينَ