Risale-i NurPanduan Pemuda

ISYARAT KEDELAPAN

Panduan Pemuda · hlm. 95

Hasil ukhrawi dari mencintai dunia sambil merenung — terhadap dua wajah indahnya, yaitu sebagai ladang akhirat dan sebagai cermin nama-nama Ilahi: akan diberikan sebuah surga seluas dunia, tapi yang kekal, bukan fana seperti dunia yang fana. Dan nama-nama Ilahi yang di dunia hanya diperlihatkan bayangan-bayangannya yang samar, di cermin-cermin surga itu akan diperlihatkan dalam rupa yang paling gemerlap. Dan hasil dari mencintai dunia pada wajahnya sebagai ladang akhirat: Dia akan memberikan sebuah surga sedemikian rupa, sampai-sampai dunia ini cuma laksana persemaian — yakni sebuah ladang kecil yang hanya menumbuhkan bibit-bibit sampai kadar tertentu — bagi surga itu: bahwa indra dan perasaan manusia, yang di dunia masih berupa bibit-bibit kecil, di surga akan mekar dengan cara yang paling sempurna; dan bahwa potensi-potensi yang di dunia masih berupa benih-benih kecil akan diberikan kepadanya di surga dalam keadaan bermalai dengan aneka kelezatan dan kesempurnaan — hal ini adalah tuntutan rahmat dan hikmah, sekaligus ditetapkan oleh nash hadis dan isyarat Al-Qur'an. Dan selama ia mencintai dunia — bukan cinta tercela yang menjadi pangkal segala kesalahan, melainkan dua wajahnya yang menghadap ke nama-nama Ilahi dan ke akhirat, dicintai demi nama-nama Ilahi dan demi akhirat — lalu memakmurkan kedua wajah itu dengan ibadah pemikiran (ibadet-i fikriye), seakan-akan ia beribadah dengan seluruh dunianya; maka sudah pasti, ia mendapat ganjaran seluas dunia — itulah tuntutan rahmat dan hikmah. Dan selama ia mencintai ladang akhirat itu dengan cinta kepada akhirat, dan mencintai cermin nama-nama Ilahi itu dengan cinta kepada Allah جل جلاله Yang Mahaagung; maka sudah pasti ia menginginkan sebuah kekasih seperti dunia. Dan itu adalah sebuah surga seluas dunia.

Pertanyaan: Surga yang sedemikian besar dan kosong itu, apa gunanya?

Jawaban: Seandainya mungkin, kalau dengan kecepatan khayal kamu menjelajahi penjuru-penjuru bumi dan sebagian besar bintang, kamu bisa berkata "Seluruh alam ini milikku." Keikutsertaan para malaikat, manusia, dan hewan tidak membatalkan klaimmu itu. Begitu pula: sekalipun surga itu penuh, kamu bisa berkata "Surga itu milikku." Rahasia tentang surga seluas perjalanan lima ratus tahun yang — menurut hadis — diberikan kepada sebagian penghuni surga, telah dijelaskan di Kalimat Kedua Puluh Delapan (Yirmisekizinci Söz) dan di Lem'a Keikhlasan (İhlas Lem'ası).