Risale-i NurLem'alar

Persoalan Ketiga:

Lem'alar · hlm. 12

Setiap zaman memiliki hukumnya sendiri. Di zaman kelalaian ini, musibah telah berganti rupa. Pada sebagian zaman dan pada sebagian orang, bala bukanlah bala, melainkan suatu karunia Ilahi. Karena aku memandang orang-orang yang berpenyakit dan tertimpa berbagai musibah di zaman ini (namun dengan syarat musibah itu tidak menyentuh agama) sebagai orang-orang yang berbahagia, maka hal itu tidak memberiku pikiran untuk menjadi penentang penyakit dan musibah. Dan ia tidak menimbulkan padaku perasaan iba kepada mereka. Karena setiap pemuda yang sakit yang datang kepadaku, kulihat ia memiliki keterikatan kepada tugas keagamaan dan akhirat pada suatu derajat, dibandingkan sesamanya. Dari situ aku memahami bahwa bagi mereka penyakit semacam itu bukanlah musibah, melainkan semacam nikmat Ilahi. Karena meskipun penyakit itu menimpakan suatu kesukaran pada kehidupan dunianya yang fana lagi teramat singkat, namun ia bermanfaat bagi kehidupan abadinya, berpindah menjadi semacam ibadah. Seandainya ia sembuh, dengan mabuk masa muda dan kemaksiatan zaman, tentu ia takkan mampu menjaga keadaan seperti saat sakit itu, bahkan ia akan terjun ke dalam kemaksiatan.