LEM'A KEDUA PULUH
Lem'alar · hlm. 180
Tentang Ikhlas
(Ini sebelumnya merupakan poin pertama dari masalah kedua — yang terdiri dari lima poin — dari tujuh masalah Nota Ketujuh Belas pada Lem'a Ketujuh Belas; karena kepentingannya, ia menjadi Lem'a Kedua Puluh.)
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّح۪يمِاِنَّٓا اَنْزَلْنَٓا اِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَهُ الدّ۪ينَ ٭ اَلاَ لِلّٰهِ الدّ۪ينُ الْخَالِصُ Dengan ayat, dan هَلَكَ النَّاسُ اِلاَّ الْعَالِمُونَ وَهَلَكَ الْعَالِمُونَ اِلاَّ الْعَامِلُونَ وَهَلَكَ الْعَامِلُونَ اِلاَّ الْمُخْلِصُونَ وَالْمُخْلِصُونَ عَلٰى خَطَرٍ عَظ۪يمٍ — atau sebagaimana yang beliau sabdakan (au kamâ qâl) — hadis syarif, keduanya memperlihatkan betapa ikhlas merupakan suatu asas penting dalam Islam. Dari poin-poin masalah ikhlas ini yang tak terhingga, kami hanya akan menjelaskan “Lima Poin” secara ringkas.
Peringatan (Tanbih): Ini merupakan suatu nasib baik yang patut disyukuri bagi Isparta yang mubarak ini, bahwa perselisihan penuh persaingan — dibandingkan tempat-tempat lain — di antara ahli takwa, ahli tarekat, dan ahli ilmu di sana tak tampak. Memang, meskipun kecintaan dan persatuan hakiki yang seharusnya ada belum ada, tetapi perbedaan dan persaingan yang merugikan pun — dibandingkan tempat-tempat lain — tak ada.