Saudara-saudaraku yang mulia, setia, dan murni!
Lampiran Kastamonu · hlm. 14
Syukur tak terhingga kepada Rabb-i Rahîm-ku (Rabb-ku Yang Maha Penyayang), yang telah menciptakan orang-orang seperti kalian sebagai pemilik, penyebar, dan penjaga Risalet-ün Nur, lalu meringankan banyak beban berat di atas bahu lemah orang tak berdaya sepertiku.
Saudara-saudaraku! Kali ini, dalam tiga surat kalian, sekaligus aku melihat sembilan saudara berharga: tiga Hulusi, tiga Sabri, dan tiga Hakkı. Aku mengetahui bahwa ukhuwah dan kemuridan Hakkı yang sungguh-sungguh dan tulus — yang di penjara menambal pakaianku, di kedudukan ayah bagi Abdurrahman — telah maju lebih jauh dari dugaanku, dan aku sangat gembira karenanya.
Saudaraku Sabri! Engkau tidak menganggap penting batasan-batasan berat yang melilit dan mengikatku. Padahal ahli dunia yang penuh waham di sini begitu sibuk dan terlampau menaruh perhatian padaku. Bahkan.. bahkan.. bahkan... Sudahlah, apa pun itu. Memberiku nilai dan kedudukan dengan husnuzan yang seribu kali melampaui batas kelayakanku hanya bisa kuterima atas nama Risale-i Nur, demi khidmahnya, dan atas hitungan tugas menjadi penyeru (dellâl) intan-intan Al-Qur'an. Kalau tidak, dari sisi pribadiku yang bukan apa-apa di dalam ketiadaan ini, aku tak punya hak untuk menerimanya. Risalah Âyet-ül Kübra yang ditulis oleh Hâfız Tevfik — yang dengan penanya yang cemerlang dan rajin menempati kedudukan yang sangat penting baik dalam Risalet-ün Nur maupun dalam kenangan kami — kirimkanlah ia pada waktu yang kalian pandang tepat. Mataku, yang selama sembilan tahun akrab dengan gembira pada tulisan-tulisannya, ingin melihat tulisan-tulisan itu dengan penuh rindu.
Saudara-saudaraku yang berharga, seperti Hulusi dan Hakkı! Seperti kata Hakkı, surat-surat Sabri telah diterima persis sebagai ganti surat-surat mereka; dari sisi itu, surat-menyurat dengan Hulusi tidaklah terputus, ia terus berlanjut. Syukur tak terhingga serta hamd dan sanjungan, karena Risalet-ün Nur kian cemerlang melakukan futuhat (kemenangan) iman yang menakjubkan. Insya Allah dengan sendirinya ia akan bersemayam di hati setiap orang yang melihatnya, dan membungkam para pembangkang. Di bawah sebuah penjagaan gaib, ia telah membuat musuh-musuh kebingungan; mata-mata yang buta itu tak melihatnya. Walau tak menemukan jejaknya, mereka tetap menyaksikan aktivitasnya yang cemerlang. Saat ini sangat diperlukan kehati-hatian yang lebih.
Saudara-saudaraku yang mulia, setia, dan berharga, serta sahabat-sahabatku yang teguh, sungguh-sungguh, dan rajin dalam khidmah Al-Qur'an!
Aku telah menerima surat kalian yang menjadi sumber keramat, inayah, dan kegembiraan yang baru. Ia memperlihatkan sebuah karunia dan inayah Ilahi yang berkaitan dengan Risalet-ün Nur. Begini ceritanya:
Empat-lima hari yang lalu, tempat tinggalku digeledah dengan penggeledahan (taharri) yang keras. Meski mereka memeriksa ke segala penjuru, berkat penjagaan Ilahi mereka tak menemukan sesuatu pun yang bisa membuat kami sedih. Mereka hanya menemukan enam-tujuh risalah — seperti İktisad (Hemat), Hastalar (Para Orang Sakit), dan İstiaze (Isti'azah, memohon perlindungan) — yang tak berbahaya. Lalu, persis seperti pada masalah azan Hüsrev, mereka mengembalikannya tanpa kurang sedikit pun — justru benar-benar bertentangan dengan kaidah-kaidah penyitaan. Karena peristiwa itu aku mengkhawatirkan kalian; ketika pulang dari gunung, aku ingin berbicara bersama Abdülmecid, Sabri, Hüsrev, dan Hâfız Ali, serta bertanya apakah ada serangan juga terhadap kalian. Aku pun berseru dengan lisan, lalu datang. Tiba-tiba Emin membuka pintu dan menyerahkan surat-surat kalian berempat yang penuh berkah. Kami berdua sama-sama memandang, pada saat yang bersamaan, keramat penjagaan dalam karunia dan penggeledahan ini, serta inayah Rabbani dalam kenyataan bahwa permohonan (istida) Hüsrev — di luar dugaan — memberi hasil sedemikian rupa; lalu kami bersyukur seraya berkata bahwa Risalet-ün Nur setiap saat menjadi tempat tertumpahnya inayah.
Saudara-saudaraku yang mulia! Penyusunan (te'lif) sisa Fihrist (Daftar Isi) telah diserahkan kepada kalian; akan baik bila kalian mengerjakannya dengan cara pembagian kerja (taksim-ül a'mal).
Mâşâallah, bârekâllah! Karya-karya sempurna dari pena-pena kalian terus berlanjut sekaligus kian bertambah, dan khususnya tiba-tiba berlipat ganda di Sav... seribu bârekâllah untuk Hacı Hâfız dan kampungnya — itu membuat kami amat gembira. Dan tulisan-tulisan Hüsrev yang ber-tevafuk (selaras secara ajaib), terutama naskah Mu'cizat-ı Ahmediye صلى الله عليه وسلم yang bersepuh emas, serta risalah-risalah Büyük Ali (Ali Besar) dan Küçük Ali (Ali Kecil), di sini punya futuhat (kemenangan) yang manis dan banyak. Insya Allah pena-pena yang diberkahi itu akan punya futuhat yang lebih banyak lagi, dan kita akan menyaksikannya.