Risale-i NurLampiran Kastamonu

Saudara-saudaraku yang mulia, berharga, setia, dan teguh!

Lampiran Kastamonu · hlm. 16

Penyerahan Fihrist (Daftar Isi) kepada şahs-ı manevî (sosok maknawi, kepribadian kolektif) dari kesatuan kalian yang saling menopang (mütesanid), dengan cara pembagian kerja, sungguh sangat baik. Kalian telah menemukan seorang üstad (guru) yang sempurna dan abadi. Üstad maknawi itu jauh lebih tinggi daripada saudara kalian yang tak berdaya ini; ia tak lagi menyisakan kebutuhan pada diriku.

Saudaraku Sabri! Mimpimu diberkahi dan penuh makna. Insya Allah zaman akan menafsirkannya.

Saudara-saudaraku! Demi kalian dan demi kekhawatiran soal wajib militer kalian, aku memandang peristiwa-peristiwa zaman; dan begini yang terlintas di hatiku: Peradaban Eropa ini — yang dibangun di atas dasar-dasar yang negatif, yang seperti Qarun berkata اِنَّمَٓا اُوت۪يتُهُ عَلٰى عِلْمٍ tanpa mengetahui bahwa itu karunia Rabbani dan tanpa bersyukur, yang dengan pemikiran materialis jatuh ke dalam syirik, dan yang keburukannya mengalahkan kebaikannya — telah menerima sebuah tamparan dari langit (samawi) sedemikian rupa, sampai-sampai ia membakar buah kemajuan ratusan tahunnya, menghancurkannya, dan menyerahkannya kepada kobaran api. Pemerintah-pemerintah Eropa yang zalim, sebagai balasan atas penghinaan yang mereka lakukan terhadap Dunia Islam dan pusat khilafah — melalui kezaliman mereka dan melalui Perjanjian Sevr (Sèvres) — telah menerima sebuah tamparan kekalahan sedemikian rupa, sampai-sampai bahkan di dunia ini pun mereka masuk ke sebuah neraka dan tak bisa keluar darinya, menggelepar dalam azab. Ya, kekalahan ini, persis seperti gempa bumi, adalah hukuman atas penghinaan itu. Di sini banyak orang memutuskan dengan pasti bahwa: sebab provinsi Isparta dan Kastamonu — dua pusat penyebaran Risalet-ün Nur — relatif terlindung dari bencana-bencana langit (afat samawi) dibandingkan tempat-tempat lain, adalah iman tahkiki dan kekuatan keyakinan yang diberikan Risalet-ün Nur. Sebab bencana-bencana semacam itu adalah akibat dari kesalahan-kesalahan yang lahir dari lemahnya iman. Sebagaimana menurut hadis sedekah menolak bala, begitu pula kekuatan iman itu menghadapi bencana tersebut sesuai dengan kadarnya.