Saudara-saudaraku yang mulia, setia, jujur, penuh pengorbanan, dan penuh kesetiaan!
Lampiran Kastamonu · hlm. 17
Hadiah maknawi dan bercahaya dari kalian kali ini, di mataku, seakan sebuah hadiah sekendi air Kevser (âb-ı kevser) dari Cennet-ül Firdevs (Surga Firdaus) yang datang kepada kami dari alam keabadian (âlem-i beka); ruhku pun penuh dengan kelapangan (inşirah), dan seluruh perasaanku bersyukur dengan kegembiraan. Aku ingin menulis surat panjang untuk kalian, tapi karena waktu dan keadaanku tak mengizinkan dan tak mendukung, aku terpaksa mempersingkatnya. Hanya saja, kepada para pemilik khusus hadiah-hadiah itu, aku ucapkan: "Mâşâallah, Bârekâllah, Veffakakümullah, Es'adekümullah."
Terutama di madrasah Surat Kedua Puluh Tujuh (Yirmiyedinci Mektub), aku pergi ke masa lalu lalu bertemu kembali dengan saudara-saudaraku yang sangat kurindukan, dan berulang kali aku menemui mereka satu per satu.
Kalimat وَ اِنْ كُنْتُمْ مَرْضٰٓى, yang merupakan pendahuluan pertama dari ayat ketiga puluh satu, dengan nilai cifir (cifr/perhitungan ebjad)-nya yang seribu lima ratus (1500) sekian, di samping memberi isyarat bahwa bagian terbesar dari penyakit-penyakit maknawi yang ditanamkan oleh ahli kesesatan bisa dihilangkan dengan obat-obat Qur'ani Risalet-ün Nur; sayangnya juga memberi isyarat halus bahwa, kalau umur dunia masih tersisa kira-kira dua ratus tahun, sebuah golongan sesat (fırka-i dâlle) pun akan terus berlangsung. Kalimat فَتَيَمَّمُوا صَع۪يدًا, dalam makna isyarinya, pada poin pertama dari tanda kedua: tersembunyinya huruf "Sin" di bawah huruf "Sad" dan tampaknya huruf "Sad" itu punya dua sebab:
Yang Pertama: Said wajib berada dalam mahviyet (peniadaan diri) yang benar-benar seperti tanah, dalam meninggalkan keakuan (terk-i enaniyet), dan dalam kerendahan hati yang mutlak; supaya ia tidak mengeruhkan Risalet-ün Nur dan tidak mematahkan pengaruhnya.
Yang Kedua: Sebab kejatuhan ke dalam rawa dan wabah maknawi (taun) masa kini — karena ia lahir dari paham "kemajuan" — maka tampaknya huruf "Sad" itu adalah untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan mereka; dan untuk mengisyaratkan bahwa naik dan maju (suud ve terakki), bagi seorang Muslim, hanyalah ada di dalam keislaman dan dalam keadaan beriman.
Saudara-saudaraku! Beberapa hari ini diingatkan kepadaku dua masalah: yang satu menyangkut para murid Risalet-ün Nur, yang lain menyangkut diriku. Karena pentingnya, aku menuliskannya: