Saudara-saudaraku yang mulia! Sebagai balasannya, aku pun mengucapkan selamat hari raya kepada kalian.
Lampiran Kastamonu · hlm. 13
Kalian menanyakan kesehatanku. Walau aku terpapar banyak kesukaran yang nyaris tak tertahankan — musim dingin yang sangat keras di sini, kamarku yang sangat dingin, pengaruh tiga keterasingan (gurbet) yang menyedihkan, derita tiga penyakit saraf, dan kesendirian yang benar-benar penuh — aku bersyukur tak terhingga kepada Hâlık-ku, karena Dia mengirim ke pertolonganku iman, yang merupakan obat paling suci bagi setiap derita; dan dari iman kepada takdir (iman-ı bilkader), obat keridhaan terhadap kada (ketetapan Allah) — lalu Dia membuatku bersyukur dalam kesabaran yang penuh.