Saudara-saudaraku yang mulia, teguh, penuh pengorbanan, dan setia!
Lampiran Kastamonu · hlm. 13
Awwalan (Pertama): Aku ucapkan selamat atas hari raya kalian yang akan datang. Di malam-malam dan waktu-waktu sahur yang penuh berkah — yang nilainya yang luar biasa ditetapkan oleh sumpah Al-Qur'an وَالْفَجْرِ ❊ وَ لَيَالٍ عَشْرٍ — aku memohon kepada rahmat Ar-Rahman agar doa-doa penuh berkah dari saudara-saudaraku yang diberkahi menjadi sangat berkah dan bercahaya, baik bagiku maupun bagi ahli iman.
Tsaniyan (Kedua): Bersama sebuah nuktah gaib yang besar dari sebuah kekeliruan kecil (sehv), kukirimkan kepada kalian haşiye yang ada di halaman seberang itu untuk dituliskan di tempatnya.
Tsalitsan (Ketiga): Aku merasa Hulusi sedang punya suatu kesusahan (gaile). Janganlah ia cemas. Para murid Risale-i Nur dianugerahi inayah dan rahmat, pengawasan dan perlindungan. Selama kesukaran-kesukaran dunia memberi pahala dan toh akan berlalu, terhadap musibah-musibah itu kita mesti menghadapinya dengan kesabaran, kesyukuran, dan ketabahan. Baik ia maupun kalian, semuanya bersamaku di dalam seluruh doaku dan keuntungan-keuntunganku.
Rabi'an (Keempat): Risalet-ün Nur menyebar dengan sendirinya di bawah perlindungan Al-Qur'an dan penjagaan Rabbani. İmam-ı Ali (radhiyallahu 'anhu) dua kali mengatakan "sırren, sırren" — itu mengisyaratkan bahwa di balik tirai ia justru memberi feyiz dan nur yang lebih banyak. Aku berharap saudara-saudara seperti kalian — seperti yang sudah-sudah — akan kembali bertahan sepenuhnya terhadap peristiwa-peristiwa zaman yang penuh guncangan. مَنْ اٰمَنَ بِالْقَدَرِ اَمِنَ مِنَ الْكَدَرِ haruslah menjadi prinsip kita.