Risale-i NurLampiran Kastamonu

Saudara-saudaraku yang mulia dan setia!

Lampiran Kastamonu · hlm. 101

Pertama: kami mengucapkan selamat atas Malam Bara'ah (Leyle-i Berat) kalian dan Ramadan kalian yang akan datang; dan kami memohon kepada Cenab-ı Hak agar Malam Lailatul Qadar yang akan datang ini, bagi kalian dan bagi kami, lebih baik daripada seribu bulan, serta tercatat demikian di buku amal kami; dan dengan demikian, sampai hari raya kami berniat memanjatkan doa: اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ لَيْلَةَ قَدْرِنَا ف۪ى هٰذَا الرَّمَضَانَ خَيْرًا مِنْ اَلْفِ شَهْرٍ لَنَا وَ لِطَلَبَةِ الرَّسَٓائِلِ النُّورِ الصَّادِق۪ينَ.

Lagi pula, pengiriman dua Al-Qur'an yang mukjizat oleh kalian kepada kami pada bulan-bulan diberkahi ini, insya Allah akan menjadi sumber keberkahan, pahala, kebaikan, dan fütuhat sedemikian rupa sehingga kami harapkan dari rahmat Ilahi bahwa tiap hari Ramadan ini, bagi kami, akan berkedudukan sebagai sebuah Malam Lailatul Qadar.

Sejak sekarang kami telah mengatur bahwa: dua Al-Qur'an itu, para murid khusus Risale-i Nur di sini pada Ramadan yang mulia — masing-masing membaca satu juz tiap hari bersama kalian — sehingga pada tiap hari Ramadan menjadi sebuah khatam Al-Qur'an (hatme-i Kur'aniye), di sebuah majelis maknawi yang sangat luas, di sebuah lingkaran yang meliputi Isparta dan Kastamonu yang dibentuk melingkar oleh para murid Risale-i Nur, dengan kalian berada di pusat lingkaran itu dan murid-murid Risale-i Nur berada di sekeliling kalian; dengan cara hatme-i hacegân (khataman para guru) dalam tarekat Naqsyi, namun pada skala yang sangat besar, dengan niat dan bayangan bahwa seluruh murid Risale-i Nur hadir secara maknawi dan berada di lingkaran itu — kami memohon taufik dari rahmat Cenab-ı Hak untuk membaca demikian dan melakukan khataman suci itu.

Kedua: khidmah luar biasa para murid pahlawan Desa Sav milik Hacı Hâfız, sebagaimana di sana menjadi sebab dorongan, sumber upaya, dan teladan untuk dicontoh, begitu pula di kawasan ini, usaha dan upaya mereka yang luar biasa itu — sebagai contoh baik yang luar biasa dan teladan upaya — telah menyebabkan sebuah kebangkitan dan kerinduan yang penting. Surat-surat sang pahlawan Hüsrev tentang mereka, seperti naskah-naskah yang diberkahi, menjadi obat bagi orang-orang yang dihinggapi penyakit kemalasan dan ketidakpedulian, dan beredar dari tangan ke tangan.

Ketiga: surat-surat berharga kalian yang datang ke sini telah kami tuliskan ke Lâhika, tapi sebagian kata kami hapus (tayy). Kalimat-kalimat yang datang dari prasangka baik yang berlebihan kami luruskan (ta'dil); janganlah kalian tersinggung.

Keempat: Desa Atabey — yang berada di tengah İslâmköyü dan Kuleönü, dan yang membesarkan murid-murid seperti Sıddık Sabri dan Lütfü — sering terlintas di benakku. Aku berpikir dan menjadi sedih: "Mengapa desa ini tertinggal, padam?" Tapi syukur tak terhingga kepada Cenab-ı Hak bahwa Tahir dan Abdullah Çavuş sepenuhnya menghilangkan kekhawatiranku itu dan memberiku sebuah hiburan yang besar. Bahkan Lem'alar dan Sinar Ketujuh (Yedinci Şua) yang dihadiahkan Tahir kepada kami kali ini, kutelaah setelah kujilid dalam satu jilid. Pada Tahir itu, kulihat seorang Hüsrev, seorang Lütfü, seorang Âsım. Semoga Cenab-ı Hak ridha selamanya kepadanya dan kepada kalian. Naskahnya itu, insya Allah, akan banyak berguna di sini.

Kami telah menuliskan lebih dari lima ratus ayat — yang merupakan sumber dan dasar Resail-in Nuriye — bernama Hizb-ül Ekber-ül A'zam dari Al-Qur'an Yang Mahaagung dan Yang Penjelasannya Mukjizat. Pada Ramadan ini kami tak berhasil mengirimkannya kepada kalian. Insya Allah ia akan dikirim kepada kalian pada suatu waktu.

Salam dan doa satu per satu untuk seluruh saudara kami. Dan kami meminta doa mereka di hari-hari dan malam-malam yang diberkahi ini.