بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪
Lampiran Kastamonu · hlm. 103
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Saudara-saudaraku yang mulia dan setia! Frasa Gavs-ı A'zam (Ghauts Agung) yang menenteramkan, فَاِنَّكَ مَحْرُوسٌ بِعَيْنِ الْعِنَايَةِ, sampai sekarang terbukti sepenuhnya sesuai tentang murid-murid Risale-i Nur. Insya Allah kami berharap dari rahmat Ilahi bahwa perpisahan saudara-saudara kami seperti Hüsrev, Rüşdü, dan Re'fet — khususnya seorang rukun yang sangat kokoh seperti Hüsrev — yang secara lahir tampak menyakitkan dan merugikan, akan mengambil sebuah bentuk yang sangat baik. Bahkan musibah pemenjaraan kami, memang secara lahir adalah sebuah azab, tapi dari sisi hakikat ia berubah menjadi sebuah inayah dan rahmat yang besar bagi khidmah kami. Lillahilhamd, dengan upaya kalian, di kawasan itu ada banyak Hüsrev, dan mereka telah mulai bermunculan. Barangkali karena terus-menerus bekerja sejak lama, sebuah istirahat diberikan kepada Hüsrev; dan kami berharap dari inayah Ilahi bahwa — sebagai ganti penanya yang berharga — lisannya yang diberkahi dan keadaannya yang ikhlas tetap melanggengkan khidmah sucinya. Sebagaimana wajib militer Feyzi dan Salahaddin pun menjadi demikian diberkahi.
Saudara-saudaraku! Sehubungan dengan peristiwa ini, aku menerangkan sebuah pemberitaan gaib (ihbar-ı gaybî) Risale-i Nur yang terbukti sepenuhnya sesuai: ia telah mengabarkan — enam-tujuh tahun lalu — bahwa banyak murid Risale-i Nur seperti Hüsrev, Hulusi, Rüşdü, dan Re'fet akan masuk secara berkaitan ke jalan kemiliteran dan ke Perang Umum (Dunia) Kedua ini, bahwa akan terjadi Perang Umum Kedua, serta keikutsertaan kami — yakni keikutsertaan para murid. Sebab, dalam Kilatan Kedua Puluh Delapan (Yirmisekizinci Lem'a) — yaitu Keramat 'Alawi Kedua (İkinci Keramet-i Aleviye) — pada Tanda Kedua, dalam pembahasan فَيَا حَامِلَ اْلاِسْمِ, kalau فَقَاتِلْ وَلاَ تَخْشَ disertakan, menjadi seribu sembilan ratus empat puluh (1940) sekian. Allahu a'lem, ia telah mengabarkan bahwa cifir itu mengisyaratkan keikutsertaan kami dalam sebuah Perang Umum pada tarikh itu — yakni keikutsertaan bukan bersama sekutu yang lama, melainkan secara memihak bersama lawannya. Nah, sekarang adalah tarikh yang sama itu, di mana rukun-rukun penting Risale-i Nur ikut serta.
Salam satu per satu untuk saudara-saudara kami. Hilmi, Feyzi, Nazif, dan Emin menyampaikan salam dan hormat kepada kalian. اَلْبَاقِى هُوَ الْبَاقِى
Said Nursî