بِاسْمِه۪ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪
Lampiran Kastamonu · hlm. 200
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ بِعَدَدِ عَاشِرَاتِ دَقَائِقِ شَهْرِ رَمَضَانَ
Saudara kami yang mulia, setia, dan terhormat, Hoca Haşmet! Suratmu tentang mujaddid kami baca dengan kekaguman, dan kami sampaikan pula kepada Üstad kami. Üstad kami berkata: Ya, zaman ini menuntut masing-masing seorang mujaddid yang sangat penting — baik untuk iman dan agama, untuk kehidupan sosial dan syariat, maupun untuk hak-hak umum dan politik Islam. Tapi yang paling penting, tugas pembaruan (tecdid) dari sisi menjaga hakikat-hakikat iman, adalah yang paling suci dan paling besar. Lingkaran syariat, kehidupan sosial, dan politik tinggal di derajat kedua, ketiga, keempat dibandingkannya. Adapun kepentingan besar dalam riwayat-riwayat hadis tentang pembaruan agama, adalah dari sisi pembaruan dalam hakikat-hakikat iman. Tapi karena dalam opini umum, di mata manusia pemuja-hidup, sisi kehidupan sosial Islam dan politik keagamaan — yang secara lahir luas dan dari sisi kekuasaan memikat — tampak lebih penting, mereka memandang lewat lensa itu dari sudut pandang itu, lalu memberi makna. Lagi pula, beradanya ketiga tugas ini sekaligus pada satu pribadi atau satu jamaah di zaman ini, dan sempurnanya, dan tak saling melukai — sangat jauh, bahkan tampak hampir mustahil. Di akhir zaman, ia hanya bisa berkumpul pada Hazret-i Mehdi — yang mewakili jamaah bercahaya Ahl al-Bait Nabawi صلى الله عليه وسلم — dan pada sosok maknawi dalam jamaahnya. Di abad ini, syukur tak terhingga kepada Cenab-ı Hak bahwa Ia menjalankan tugas pembaruan dalam menjaga hakikat-hakikat iman lewat hakikat Risale-i Nur dan sosok maknawi murid-muridnya. Empat puluh ribu orang bersaksi bahwa, selama dua puluh tahun, dengan penyebarannya yang berpengaruh dan penuh kemenangan dalam tugas suci itu, ia sepenuhnya menghadapi serbuan zindik dan kesesatan yang sangat dahsyat dan kuat, lalu menyelamatkan iman ratusan ribu ahli iman. Tapi ia berkata bahwa pribadiku yang tak berdaya, lemah, dan malang ini tak boleh dijadikan pusat perhatian dengan cara memikulkan sebuah beban yang seribu derajat melampaui batasku; dan ia mengirim salam kepada kalian. Kami pun memberi salam kepada Anda dan kepada mereka yang peduli kepada Risale-i Nur di sana.
Dari murid-murid Risale-i Nur: Emin, Feyzi, Kâmil