Risale-i NurLampiran Kastamonu

بِاسْمِه۪ سُبْحَانَهُ وَاِنْ مِنْ شَيْءٍ اِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدِه۪

Lampiran Kastamonu · hlm. 170

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللّٰهِ وَ بَرَكَاتُهُ بِعَدَدِ عَاشِرَاتِ دَقَائِقِ شَهْرِ شَعْبَانَ وَ رَمَضَانَ

Saudara-saudaraku yang mulia, setia, diberkahi, dan kokoh! Kami mengucapkan selamat atas Malam Bara'ah kalian dan malam-malam Ramadan Mulia yang akan datang. Ratusan ribu syukur kepada Cenab-ı Hak bahwa Risale-i Nur meluas dengan sendirinya. Ia punya fütuhat di mana-mana. Tipu-daya ahli kesesatan tak menghentikannya, justru banyak orang tak beragama menyerahkan senjata. Seperti yang dikatakan Hâfız Ali, ketakutan mereka sangat berlimpah. Kini mereka mengusik bukan dengan fanatisme ketidakberagamaan, melainkan dari sisi ketakutan. Ketakutan itu, insya Allah, akan berbalik demi Risale-i Nur. Karena kami memandang doa luar biasa dan tinggi pemilik Pabrik Nur dalam suratnya kali ini sebagai sebuah rembesan dari keikhlasan dan kesetiaannya yang luar biasa, kami menerima prasangka baiknya yang seribu derajat melampaui batasku atas nama Risale-i Nur, dan kami mengamini doanya. Surat Pabrik Nur itu, bersama surat Hasan Âtıf, jatuh ke tangan kami pada malam Bara'ah. Kami menerimanya sebagai sejenis ucapan selamat yang penuh berkah bagi malam kami.

Wahai saudara-saudaraku! Pada Ramadan mulia ini pula, seperti Ramadan lalu, aku sangat memohon kepada saudara kalian yang lemah dan tak berdaya ini: berilah sekadar zakat dari upaya dan kerja maknawi-ukhrawi kalian, bekerjalah sedikit atas namanya, dan tolonglah dari sisi itu beban berat yang kalian timpakan kepadanya dengan prasangka baik kalian yang berlimpah. Karena kebanyakan orang — dengan kepeningan derita penghidupan — memandang urusan akhirat pada derajat kedua, ahli kesesatan mengambil manfaat lalu memburu mereka. Murid-murid Risale-i Nur, dengan prinsip qana'ah dan hemat, insya Allah menghadapi pula penyakit maknawi ini. Kepada seluruh saudara dan saudari kami kami beri salam dan doa satu per satu. Said Nursî