Risale-i NurKelimat

POIN KEDUA

Kelimat · hlm. 664

Mengisyaratkan suatu rahasia keahadan yang penting. Yaitu demikian:

Sebagaimana ruh manusia memiliki suatu hubungan dengan seluruh jasadnya sedemikian rupa sehingga: ia menjadikan seluruh anggota dan bagiannya saling menolong. Yakni, ruh — yang merupakan manifestasi iradah Ilahi berupa perintah tekwini, dan suatu hukum amri yang dikenakan wujud lahiriah dari perintah itu, serta suatu kehalusan Rabbani — dalam pengaturannya, dalam merasakan suara maknawi mereka, dan dalam melihat kebutuhan mereka, tak saling menghalangi, tak membingungkan ruh. Terhadap ruh, jauh dan dekat berkedudukan sama. Tak saling menjadi tabir. Jika ia mau, ia menyampaikan sebagian besarnya untuk menolong salah satunya. Jika ia mau, ia dapat mengetahui, merasakan, dan mengatur dengan setiap bagian tubuh. Bahkan jika ia telah memperoleh banyak kebercahayaan, ia dapat melihat dan mendengar dengan setiap bagiannya. Demikian pula: وَ لِلّٰهِ الْمَثَلُ اْلاَعْلٰى Oleh karena ruh — yang merupakan suatu hukum amri Allah — memperlihatkan keadaan ini pada tubuh dan anggota manusia yang merupakan suatu alam kecil. Sudah pasti di alam besar yang merupakan alam semesta, terhadap iradah menyeluruh dan kudrat mutlak Zat Yang Wajibul Wujud itu, perbuatan yang tak terhingga, suara yang tak terhingga, doa yang tak terhingga, dan urusan yang tak terhingga sama sekali tak berat bagi-Nya, tak saling menghalangi. Ia tak menyibukkan dan tak membingungkan Sang Pencipta Dzul-Jalâl itu. Ia melihat semuanya sekaligus, mendengar semua suara sekaligus. Jauh dan dekat adalah sama. Jika Ia mau, Ia mengirim semuanya untuk menolong salah satunya. Dengan setiap benda Ia dapat melihat setiap benda, mendengar suara mereka, dan mengetahui setiap benda dengan setiap benda, dan demikian seterusnya...