Masalah Keempat
Kelimat · hlm. 490
Yang mungkin ini akan terjadi. Ya, dunia, setelah mati, akan dibangkitkan sebagai akhirat. Setelah dunia dihancurkan, Zat yang membuat dunia itu akan memperbaikinya lagi dalam rupa yang lebih indah, lalu menjadikannya suatu tempat persinggahan akhirat. Dalil atas hal ini, di puncaknya, adalah seluruh ayat Al-Qur'an — yang mengandung ribuan burhan akal — dan seluruh Kitab Samawi bersepakat dalam hal ini; sebagaimana sifat-sifat jalal dan sifat-sifat jamal Zat Dzul-Jalâl serta asma husna-Nya menunjukkan secara pasti kepada terjadinya hal ini, dan Ia telah menjanjikan kiamat serta penciptaan kebangkitan melalui seluruh firman samawi yang dikirim kepada para nabi. Maka oleh karena Ia telah menjanjikan, sudah pasti Ia akan melakukannya. Rujuklah kepada Hakikat Kedelapan Kelimat Kesepuluh. Lagi pula, di puncaknya, dengan kekuatan seribu mukjizat Muhammad al-Arabi Alaihissalâtu Vassalâm صلى الله عليه وسلم, sebagaimana seluruh nabi dan rasul, wali dan siddiqin bersepakat atas terjadinya hal ini lalu mengabarkannya; demikian pula alam semesta dengan seluruh ayat tekwiniyahnya mengabarkan terjadinya hal itu.
Kesimpulannya: Kelimat Kesepuluh dengan seluruh hakikatnya, dan Kelimat Kedua Puluh Delapan dalam Maqam Kedua dengan seluruh burhan pada bagian "Lâsiyyemâlar," telah menunjukkan dengan kepastian sekadar matahari yang terbenam akan terbit kembali di pagi hari, bahwa: setelah terbenamnya kehidupan duniawi, matahari hakikat akan terbit dalam rupa kehidupan ukhrawi.
Maka penjelasan kami dari awal hingga di sini, kami sampaikan "Empat Asas" untuk menyiapkan kalbu agar menerima, nafsu agar tunduk, dan akal agar yakin — dengan meminta bantuan dari nama "Al-Hakîm" dan mengambil manfaat dari limpahan Al-Qur'an. Akan tetapi siapakah kita, sehingga kita berbicara tentang hal ini. Yang sejati, apa yang difirmankan oleh Pemilik dunia ini, Pencipta alam semesta ini, Penguasa makhluk ini; itulah yang mesti kita dengarkan. Ketika Sang Pemilik Kerajaan berfirman, apa hak orang lain untuk ikut campur dengan lancang...
Maka Sang Pencipta Yang Mahabijaksana itu, dalam khutbah azali-Nya yang disampaikan kepada seluruh saf golongan-golongan yang duduk di masjid dunia dan di sekolah bumi di balik abad-abad, memerintahkan kita untuk mendengarkan dari Sang Pemilik Kerajaan, Pemilik Dunia dan Akhirat — ribuan firman seperti ayat yang mengguncang alam semesta: اِذَا زُلْزِلَتِ اْلاَرْضُ زِلْزَالَهَا ❊ وَاَخْرَجَتِ اْلاَرْضُ اَثْقَالَهَا ❊ وَ قَالَ اْلاِنْسَانُ مَالَهَا ❊ يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَا ❊ بِاَنَّ رَبَّكَ اَوْحٰى لَهَا ❊ يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا لِيُرَوْا اَعْمَالَهُمْ ❊ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ ❊ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ dan ayat yang menggembirakan serta menggairahkan seluruh makhluk: وَبَشِّرِ الَّذ۪ينَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ اَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْر۪ى مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هٰذَا الَّذ۪ى رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوا بِه۪ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ ف۪يهَٓا اَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ ف۪يهَا خَالِدُونَ — lalu kita berkata "Kami beriman dan kami membenarkan."
سُبْحَانَكَ لاَ عِلْمَ لَنَٓا اِلاَّ مَا عَلَّمْتَنَٓا اِنَّكَ اَنْتَ الْعَل۪يمُ الْحَك۪يمُرَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَٓا اِنْ نَس۪ينَٓا اَوْ اَخْطَاْنَا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰٓى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاه۪يمَ وَ عَلٰٓى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاه۪يمَ اِنَّكَ حَم۪يدٌ مَج۪يدٌ
--