Risale-i NurKelimat

Masalah Kedua

Kelimat · hlm. 487

Terjadinya kematian dunia. Dalilnya: ijmak seluruh agama samawi, kesaksian seluruh fitrah yang sehat, dan isyarat seluruh perubahan, pergantian, dan transformasi alam semesta ini. Lagi pula, dunia-dunia hidup dan alam-alam beredar sebanyak bilangan abad dan tahun, dengan kematiannya di penginapan dunia ini, menjadi kesaksian bahwa dunia asal pun akan mati seperti mereka.

Jika engkau ingin membayangkan sakarat dunia ini dalam rupa yang diisyaratkan ayat-ayat Al-Qur'an, maka lihatlah: bagian-bagian alam semesta ini terikat satu sama lain dengan suatu tatanan yang halus lagi tinggi. Ia berpegang dengan suatu ikatan yang tersembunyi, lembut, lagi halus, dan berada dalam suatu keteraturan sedemikian rupa, sehingga seandainya satu benda samawi saja memperoleh perintah "Kun" atau seruan "Keluarlah dari porosmu," maka dunia ini memulai sakaratnya. Bintang-bintang bertabrakan, benda-benda bergelombang, di angkasa alam yang tak terhingga jutaan peluru laksana bola-bola raksasa — bagaikan gemuruh dahsyat meriam-meriam besar — mulai meratap. Saling bertabrakan memercikkan bunga api, gunung-gunung beterbangan, lautan-lautan terbakar, permukaan bumi diratakan. Maka dengan kematian dan sakarat ini, Sang Mahakuasa Yang Azali mengguncang alam semesta; menyaring alam semesta, neraka dan bahan-bahan neraka ke satu sisi, surga dan bahan-bahan surga yang sesuai ke sisi lain, lalu alam akhirat pun tampak.