Risale-i NurKelimat

Masalah Kedua yaitu

Kelimat · hlm. 482

Kudrat berkaitan dengan sisi malakut segala sesuatu. Ya, alam semesta memiliki dua wajah laksana cermin. Yang satu, sisi mulk yang menyerupai wajah cermin yang berwarna. Yang lain, sisi malakut yang menyerupai wajah cermin yang mengilap. Adapun sisi mulk adalah medan lawan-lawan. Ia tempat datangnya perkara-perkara seperti indah-buruk, baik-buruk, kecil-besar, berat-mudah. Maka karena inilah, Sang Pencipta Dzul-Jalâl menjadikan sebab-sebab lahiriah sebagai tabir bagi tasarruf kudrat-Nya. Agar tangan kudrat tidak terlihat langsung menangani perkara-perkara yang — menurut akal lahiriah — hina lagi tak layak. Sebab keagungan dan kemuliaan menghendaki demikian. Akan tetapi Ia tidak memberi pengaruh yang sejati kepada perantara dan sebab-sebab itu. Sebab kesatuan keahadan menghendaki demikian. Adapun sisi malakut, pada segala sesuatu ia mengilap, bersih. Warna-warna keindividuan dan kotoran-kotorannya tak bercampur padanya. Sisi itu berpaling kepada Penciptanya tanpa perantara. Padanya tak ada urutan sebab dan rangkaian illat. Illat dan ma'lul tak dapat masuk kepadanya. Ia tak berkelok-kelok. Penghalang-penghalang tak dapat ikut campur. Partikel menjadi saudara matahari.

Kesimpulannya: Kudrat itu bersifat sederhana, tak terhingga, lagi zati. Adapun tempat kaitan kudrat itu tak berperantara, tak bernoda, lagi tak durhaka. Kalau demikian, dalam lingkaran kudrat itu, yang besar tak menyombong terhadap yang kecil. Kumpulan tak lebih unggul dari individu. Keseluruhan tak dapat lebih bermanja terhadap kudrat dibanding bagian.