KELIMAT KETUJUH BELAS
Kelimat · hlm. 758
202 Menafsirkan dengan cara yang sangat indah suatu rahasia penting ayat-ayat اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى اْلاَرْضِ ز۪ينَةً لَهَا ِلنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلاً ❊ وَاِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَع۪يدًا جُرُزًا ❊ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَٓا اِلاَّ لَعِبٌ وَلَهْوٌ (Sesungguhnya Kami jadikan apa yang ada di bumi sebagai hiasan baginya untuk Kami uji mereka siapa yang terbaik amalnya; dan sesungguhnya Kami akan menjadikan apa yang ada di atasnya tanah tandus; dan tidaklah kehidupan dunia melainkan permainan dan senda gurau) tentang derita kematian di dalam kelezatan hidup dan derita kefanaan di dalam kegembiraan pertemuan; serta memperlihatkan manifestasi nama Rahman menghadapi nama Qahhar. Dan bagi ahli iman ia memperlihatkan hakikat dunia sebagai suatu tempat perniagaan yang beredar, penginapan sementara, tempat pameran beberapa hari, bengkel yang bekerja sesaat, dan pasar yang didirikan di tepi jalan untuk memberi serta menerima; lalu menjadikan manusia mencintai perjalanan dari dunia menuju barzakh dan akhirat, serta menghilangkan kedahsyatannya. Dan di akhir kalimat ini, dalam sebagian naskah, terdapat beberapa hakikat berharga lagi memikat dalam rupa syair, bernama "Buah Pohon Murbei Hitam".
Suatu munajat yang terlintas di kalbu dalam bahasa Persia: 208
LEMBAR PERTAMA yang menggambarkan hakikat dunia ahli kelalaian: 219
LEMBAR KEDUA yang mengisyaratkan hakikat dunia ahli hidayah dan hudur: 220
SUATU BUAH DARI DATARAN TINGGI BARLA — CEMARA, KATRAN, ARDIÇ, DAN POPLAR HITAM: 222
SUATU "YILDIZNAME" (SURAT BINTANG) YANG MENYURUH BINTANG-BINTANG BERBICARA: 228