KELIMAT KEDELAPAN BELAS
Kelimat · hlm. 758
230 Kalimat ini terdiri dari "Dua Maqam". Maqam Keduanya belum ditulis. Maqam Pertamanya adalah tiga poin. Pertama: menafsirkan suatu rahasia ayat لاَ تَحْسَبَنَّ الَّذ۪ينَ يَفْرَحُونَ بِمَٓا اَتَوْا وَيُحِبُّونَ اَنْ يُحْمَدُوا بِمَا لَمْ يَفْعَلُوا (Janganlah engkau menyangka orang-orang yang bergembira dengan apa yang mereka lakukan dan senang dipuji atas apa yang tidak mereka kerjakan) yang menampar kepala nafsu ammarah yang terpikat kebanggaan, terjangkit kemasyhuran, gila pujian, lagi egois.
Kedua: menafsirkan suatu rahasia اَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ (Yang membaikkan segala sesuatu yang Ia ciptakan) yang memperlihatkan sisi indah dari hal-hal yang tampak buruk dan tak sopan untuk dibahas.
Ketiga: menafsirkan suatu rahasia ayat اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُون۪ى يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ (Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian) yang memperlihatkan suatu dalil halus namun kuat tentang kerasulan Ahmadiyah (صلى الله عليه وسلم).