Risale-i NurKelimat

KELIMAT KEENAM BELAS

Kelimat · hlm. 757

93 Menafsirkan suatu rahasia penting hakikat tinggi Qur'ani — yang berupa "Keahadan zati beserta kemenyeluruhan perbuatan; ketunggalan pribadi beserta keumuman rububiyah tanpa penolong; keesaan beserta keliputan tasarruf tanpa sekutu; kemahasucian dari tempat beserta kehadiran di setiap tempat; keluhuran tak terhingga beserta kedekatan kepada segala sesuatu; dan sebagai satu Zat yang Ahad, menggenggam segala sesuatu langsung di tangan-Nya" — yang diungkapkan banyak ayat yang bermakna ayat اِنَّمَٓا اَمْرُهُٓ اِذَٓا اَرَادَ شَيْئًا اَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ ❊ فَسُبْحَانَ الَّذ۪ى بِيَدِه۪ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَاِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (Sesungguhnya perintah-Nya apabila Ia menghendaki sesuatu hanyalah berkata "Jadilah," maka jadilah ia; Mahasuci Zat yang di tangan-Nya kerajaan segala sesuatu, dan kepada-Nya kalian dikembalikan) — dengan nama "Empat Sinar". Dan ia menyerahkan hakikat itu kepada akal yang lurus dan kalbu yang sehat.