Risale-i NurKelimat

KELIMAT KETIGA PULUH SATU

Kelimat · hlm. 765

559 Suatu risalah yang menafsirkan dan membuktikan dengan dalil-dalil pasti Mikraj Ahmadiyah (صلى الله عليه وسلم) — hakikat terpenting ayat-ayat yang menguatkan hakikat ayat سُبْحَانَ الَّذ۪ٓى اَسْرٰى بِعَبْدِه۪ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ اْلاَقْصَى الَّذ۪ى ❊ وَ النَّجْمِ اِذَا هَوٰى (Mahasuci Zat yang memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa; dan demi bintang apabila terbenam) — serta kesempurnaan Muhammadiyah (صلى الله عليه وسلم) di dalam mikraj itu, kerasulan Ahmadiyah (صلى الله عليه وسلم) di dalam kesempurnaan itu, dan banyak rahasia rububiyah di dalam kerasulan itu. Siapa pun dari berbagai lapisan manusia yang melihat risalah ini, terpana di hadapannya, dan menerima bahwa ia memperlihatkan masalah mikraj yang jauh dari akal dengan cara yang paling nyata, wajib, lagi perlu. Terutama di akhir pohon bercahaya mikraj itu, ia menggambarkan "Lima Buah" dari lima ratus buah dengan begitu indah, sehingga siapa yang memiliki cita rasa dan kesadaran sekecil apa pun terpikat kepadanya.

Lampiran: menolak dengan cara sangat pasti melalui "Lima Poin" bantahan para filsuf zaman ini terhadap mukjizat terbelahnya bulan, dan memperlihatkan bahwa tak ada penghalang bagi terjadinya terbelahnya bulan. Dan di akhirnya, dengan "lima ijmak", ia membuktikan secara sangat ringkas bahwa terbelahnya bulan telah terjadi. Ia memperlihatkan mukjizat Ahmadiyah berupa terbelahnya bulan laksana matahari.