KELIMAT KETIGA PULUH DUA
Kelimat · hlm. 765
590 Tiga Perhentian. Perhentian Pertama: menafsirkan hakikat terpenting ratusan ayat yang bermakna ayat لَوْ كَانَ ف۪يهِمَٓا اٰلِهَةٌ اِلاَّ اللّٰهُ لَفَسَدَتَا (Seandainya pada keduanya ada tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya rusak) tentang ketauhidan, dengan cara yang memperlihatkan jalan syirik dan kufur sebagai mustahil lagi mumtani'. Ia mengusir kufur dan syirik dari segala penjuru alam semesta. Ia menjelaskan bahwa dalil-dalil ketauhidan ada sebanyak bilangan partikel. Dalam bentuk suatu percakapan perumpamaan yang sangat halus, tinggi, lagi logis, ia menyisipkan dan memperlihatkan masalah-masalah yang tak terhingga luas di dalam perumpamaan itu. Dan di lampirannya ada beberapa masalah yang sangat halus yang, meskipun hakikat, lebih cemerlang lagi lebih luas daripada khayal syair yang paling cemerlang.
Perhentian Kedua: menghilangkan keraguan dan wahm terhadap rahasia keahadan dan kesatuan, tentang hakikat ayat قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ ❊ اَللّٰهُ الصَّمَدُ (Katakanlah, Dialah Allah Yang Esa; Allah Yang Tempat Bergantung). Ia menolak secara pasti bantahan ahli kesesatan terhadap ahli tauhid. Lebih kuat dari Perhentian Pertama, ia memperlihatkan pembuktian mukjizat ayat-ayat Al-Qur'an tentang ketauhidan. Ia membuktikan dengan suatu perumpamaan yang sangat indah lagi jelas hakikat agung Qur'ani berupa pengaturan dan pendidikan seluruh benda sekaligus dalam satu saat dengan keahadan zati. Ia meyakinkan akal dan memaksa kalbu tunduk.
Dan terutama sebelum penutup Perhentian Kedua ini, sebagai hasil perumpamaan kedua, ia membuktikan dengan cara sangat indah bahwa: dari Zat Yang Mahasuci lagi Maha Ilahi tak ada sesuatu pun yang tersembunyi, tak ada sesuatu pun yang dapat disembunyikan dari-Nya, tak ada individu yang jauh dari-Nya, tak ada pribadi yang dapat mendekat kepada-Nya tanpa memperoleh kemenyeluruhan suci; bahwa dalam rububiyah dan tasarruf-Nya, satu pekerjaan tak menghalangi pekerjaan lain; bahwa tak ada tempat yang kosong dari kehadiran-Nya; bahwa pada segala sesuatu terdapat manifestasi pendengaran dan penglihatan-Nya yang melihat serta mendengar; bahwa rangkaian benda berkedudukan sebagai kabel dan urat bagi kecepatan berlakunya perintah-Nya; bahwa sebab dan perantara hanyalah tabir lahiriah semata; bahwa meskipun tak berada di tempat mana pun, Ia hadir di setiap tempat dengan ilmu dan kudrat-Nya; bahwa Ia tak membutuhkan ruang dan tempat; bahwa jauh, sukar, dan tabir tingkatan wujud tak menghalangi kedekatan, tasarruf, dan penyaksian-Nya; bahwa sifat-sifat benda materiil, mumkin, pekat, majemuk, lagi terbatas tak dapat mendekati keagungan-Nya; dan bahwa Ia suci, bersih, bebas, lagi mahasuci dari perkara-perkara seperti perubahan, pergantian, keruangan, dan keterbagian. Di penutup Perhentian Kedua ini, ia mengungkapkan banyak masalah penting dengan cara sangat cemerlang, melalui suatu bagian berbahasa Arab yang sangat penting tentang rahasia keahadan beserta terjemahannya. Terutama ia menjelaskan rahasia melakukan kebangkitan dan penyebaran untuk perhitungan amal manusia, serta mengubah, mengganti, menghancurkan, dan memperbaiki alam semesta yang raksasa.
Perhentian Ketiga: menjelaskan dengan suatu perbandingan yang sangat penting hakikat penting ratusan ayat yang bermakna ayat-ayat وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَٓا اِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ ❊ وَ اِنَّ الدَّارَ اْلاٰخِرَةَ لَهِىَ الْحَيَوَانُ (Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan kesenangan yang menipu; dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya). Ia memperlihatkan betapa dahsyat akibat kehidupan dunia bagi ahli kesesatan, dan betapa indah hasil serta tujuan yang diberikannya bagi ahli hidayah. Terutama ia memperlihatkan betapa menyakitkan buah duniawi dan ukhrawi dari kecintaan bagi ahli kesesatan, dan betapa menyenangkan bagi ahli hidayah. Tentang Perhentian Ketiga ini, sebagian saudara kami yang teliti berkata: "Jika risalah-risalah lain adalah bintang, ini adalah matahari." Yang lain menjawab: "Setiap risalah adalah suatu matahari di alamnya sendiri dan di langit hakikat yang khas baginya. Bagi yang jauh ia bintang, bagi yang dekat ia matahari."