Risale-i NurKelimat

KELIMAT KETIGA PULUH TIGA

Kelimat · hlm. 767

653 Tiga puluh tiga jendela yang menafsirkan masing-masing hakikat tiga puluh tiga ayat سَنُر۪يهِمْ اٰيَاتِنَا فِى اْلاٰفَاقِ وَف۪ٓى اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَه۪يدٌ (Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di ufuk-ufuk dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa ia adalah kebenaran; dan tidakkah cukup bahwa Rabbmu Maha Menyaksikan segala sesuatu). Meskipun layak menjadi tiga puluh tiga risalah, karena ditulis dalam waktu yang sangat mendesak, ia memperlihatkan bahwa jendela-jendela yang panjangnya satu atau setengah halaman itu masing-masing sekuat suatu risalah dan mengandung suatu risalah. Akan tetapi sayang, jendela-jendela di awal tinggal sangat global lagi ringkas; namun kian lama ia meluas, sehingga jendela-jendela di paruh terakhir menjadi jelas.

LEMAAT

691 Suatu matsnawi kecil dan diwan imani bagi para murid Risalah Nur. Jawaban bagi Gereja Anglikan: 746

KONFERANSI

747

FIHRIST

775