KELIMAT KETIGA PULUH
Kelimat · hlm. 764
535 Menjelaskan dua rahasia penting ayat-ayat قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰيهَا ❊ وَ قَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰيهَا ❊ عَالِمِ الْغَيْبِ لاَ يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِى السَّمٰوَاتِ وَلاَ فِى اْلاَرْضِ وَلآَ اَصْغَرُ مِنْ ذٰلِكَ وَلآَ اَكْبَرُ اِلاَّ ف۪ى كِتَابٍ مُب۪ينٍ (Sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya; Yang Maha Mengetahui yang gaib, tak luput dari-Nya seberat partikel pun di langit maupun di bumi, dan tidak yang lebih kecil dari itu maupun yang lebih besar, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata) tentang keakuan insani dan transformasi partikel, dengan dua maksud. Maksud Pertama: dengan memecahkan teka-teki ajaib keakuan insani, ia memperlihatkan dengan cara sangat cemerlang sumber rantai keberagamaan dan rantai filsafat. Maksud Kedua: menyingkap tilsim transformasi partikel. Ia memperlihatkan gerakan partikel dengan begitu penuh hikmah dan teratur, sehingga membuktikan dengan dalil-dalil pasti bahwa seluruh partikel itu adalah bala tentara yang megah lagi agung dan petugas yang taat lagi tunduk milik Sang Sultan Azali. Sebagaimana Kelimat Kedua Puluh Sembilan menyingkap salah satu dari tiga teka-teki tilsim alam semesta, Kelimat Ketiga Puluh ini pun memecahkan teka-teki kedua dari tiga teka-teki yang membuat akal terpana dan filsuf linglung itu. Terutama di penutupnya, dengan memperlihatkan manifestasi suatu isim a'zam melalui tujuh hikmah dan tujuh undang-undang agung; sebagaimana ia memperlihatkan hikmah transformasi partikel dengan cara sangat pasti lagi cemerlang, demikian pula ia memperlihatkan dan membuktikan bahwa jasad-jasad hidup berkedudukan sebagai penginapan, barak, dan sekolah bagi perjalanan partikel itu.