KELIMAT KEDUA PULUH SEMBILAN
Kelimat · hlm. 763
503 Menafsirkan tiga hakikat penting ratusan ayat yang bermakna ayat-ayat قُلِ الرُّوحُ مِنْ اَمْرِ رَبّ۪ى ❊ وَ الْمُؤْمِنُونَ يُؤْمِنُونَ بِاللّٰهِ وَ مَلٰٓئِكَتِه۪ ❊ وَ مَٓا اَمْرُ السَّاعَةِ اِلاَّ كَلَمْحِ الْبَصَرِ اَوْ هُوَ اَقْرَبُ ❊ مَا خَلْقُكُمْ وَلاَ بَعْثُكُمْ اِلاَّ كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ (Katakanlah, ruh itu termasuk urusan Rabbku; dan orang-orang mukmin beriman kepada Allah dan malaikat-Nya; dan tidaklah urusan Kiamat melainkan seperti sekejap mata atau lebih dekat; tidaklah penciptaan kalian dan kebangkitan kalian melainkan seperti satu jiwa) tentang kebangkitan, kekekalan ruh, dan malaikat. Ia membuktikan kekekalan ruh dengan begitu indah, sehingga memperlihatkan kekekalan ruh laksana wujud jasad. Dan ia membuktikan wujud malaikat laksana wujud manusia Amerika. Dan ia membuktikan wujud serta kenyataan Kebangkitan dan Kiamat dengan cara yang begitu logis lagi masuk akal, sehingga tak seorang filsuf atau pengingkar pun dapat menemukan celah untuk membantah. Sekalipun tidak tunduk, ia terpaksa terbungkam. Terutama di akhirnya, dengan nama "Rahasia Nukat Bersimbol", ia menjelaskan sebab-sebab dan hikmah kebangkitan besar dengan cara yang begitu cemerlang, sehingga memecahkan salah satu dari tiga teka-teki tilsim alam semesta.
{(Catatan kaki): Kelimat Kedua Puluh Sembilan memiliki suatu karamah yang terlihat mata. Di antaranya, pada enam belas halamannya, tanpa disengaja lagi tanpa dibuat-buat, pada awal baris-baris setiap halaman datang enam belas huruf alif. Siapa yang ingin melihat kesesuaian ini, hendaklah merujuk naskah tulisan tangannya.}