Risale-i NurKelimat

KELIMAT KEDUA PULUH DELAPAN

Kelimat · hlm. 763

497 Menafsirkan suatu hakikat penting ratusan ayat yang menguatkan hakikat ayat وَبَشِّرِ الَّذ۪ينَ اٰمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ اَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْر۪ى مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِزْقًا قَالُوا هٰذَا الَّذ۪ى رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوا بِه۪ مُتَشَابِهًا وَلَهُمْ ف۪يهَٓا اَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ وَهُمْ ف۪يهَا خَالِدُونَ (Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; setiap kali mereka diberi rezeki buah dari surga itu, mereka berkata "Inilah yang dahulu diberikan kepada kami," dan mereka diberi yang serupa; dan bagi mereka di dalamnya pasangan-pasangan yang disucikan, dan mereka kekal di dalamnya) tentang Surga dan kebahagiaan abadi, dengan dua maqam. Maqam Pertama: dengan "Lima Pertanyaan dan Jawaban" ia menjelaskan dengan cara yang begitu indah masalah-masalah yang menjadi bahan kritik tentang kelezatan jasmani Surga dan para bidadari, sehingga meyakinkan setiap orang. Maqam Kedua: berbahasa Arab, dimulai dengan dua belas kata "lâsiyyemâ", suatu burhan terang yang sangat kuat, pasti, dan tak tergoyahkan dari sisi mana pun, yang mengandung ribuan burhan tentang kebangkitan serta kebenaran Surga dan Neraka; burhan itu adalah sumber, asas, dan ringkasan Kelimat Kesepuluh.