Risale-i NurKelimat

KELIMAT KESEBELAS

Kelimat · hlm. 755

20 Di samping menafsirkan suatu hakikat tinggi lagi luas ayat-ayat وَالشَّمْسِ وَضُحٰيهَا ❊ وَالْقَمَرِ اِذَا تَلٰيهَا ❊ وَالنَّهَارِ اِذَا جَلّٰيهَا ❊ وَ الَّيْلِ اِذَا يَغْشٰيهَا ❊ وَ السَّمَٓاءِ وَمَا بَنٰيهَا ❊ وَ اْلاَرْضِ وَمَا طَحٰيهَا ❊ وَ نَفْسٍ وَمَا سَوّٰيهَا فَاَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَ تَقْوٰيهَا ❊ قَدْ اَفْلَحَ مَنْ زَكّٰيهَا ❊ وَ قَدْ خَابَ مَنْ دَسّٰيهَا وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُونِ (Demi matahari dan cahayanya di waktu duha, demi bulan apabila mengiringinya, demi siang apabila menampakkannya, demi malam apabila menutupinya, demi langit dan yang membangunnya, demi bumi dan yang menghamparkannya, demi jiwa dan yang menyempurnakannya, maka Allah mengilhamkan kepadanya kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya; dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku) — dengan suatu perumpamaan luhur lagi luas yang diisyaratkan secara mukjizat oleh Surah asy-Syams dan memperlihatkan alam semesta dalam rupa suatu istana teratur — ia membuktikan tugas ubudiyah dalam hakikat insani, perangkat-perangkat manusia, dan tanggapan ubudiyah insani terhadap jenis-jenis manifestasi rububiyah Ilahi, dengan cara yang begitu indah; sehingga ia mempertemukan — dengan cara luar biasa dan dalam lingkaran teragung — suatu rububiyah yang teragung dengan suatu ubudiyah yang tersempurna.