KELIMAT KEDUA BELAS
Kelimat · hlm. 755
30 Di samping menafsirkan suatu hakikat penting ratusan ayat tentang keutamaan hikmah Qur'ani — seperti ayat وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوتِىَ خَيْرًا كَث۪يرًا ❊ وَ بِالْحَقِّ اَنْزَلْنَاهُ وَ بِالْحَقِّ نَزَلَ (Barangsiapa diberi hikmah, sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak; dan dengan kebenaran Kami menurunkannya dan dengan kebenaran ia turun) — dalam bentuk perbandingan antara hikmah filsafat dan hikmah Qur'ani dengan suatu perumpamaan yang sangat cemerlang, ia membuktikan secara luar biasa suatu mukjizat dan i'jaz Al-Qur'an, serta ketidakmampuan dan kejatuhan hikmah filsafat di hadapannya, dan memperlihatkannya bahkan kepada yang buta. Kalimat ini, seperti Kelimat Kesebelas, sangat penting. Semua orang membutuhkannya.