Risale-i NurKelimat

KELIMAT KETIGA BELAS

Kelimat · hlm. 756

37 Terdiri dari "Dua Maqam". MAQAM PERTAMA: Di samping menafsirkan suatu rahasia penting ayat وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَٓاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِن۪ينَ (Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an apa yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi kaum mukmin) dan ayat وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغ۪ى لَهُ (Dan tidaklah Kami ajarkan syair kepadanya, dan tidak layak baginya) tentang kesucian, keluasan, dan ketidakbutuhan hikmah Qur'ani akan syair, ia membandingkan hikmah mukjizat Al-Qur'an yang penjelasannya penuh mukjizat dengan hikmah filsafat yang rendah lagi sempit. Di samping menjelaskan secara ringkas kelimpahan serta keluasan hikmah Qur'ani dan kefakiran serta kebangkrutan filsafat, ia memperlihatkan bahwa sebab ketidakbutuhan dan ketidakrendahan Al-Qur'an kepada syair adalah ketinggian serta kecemerlangan hakikat Qur'ani. Dan dengan suatu perumpamaan penting ia menjelaskan sejenis i'jaz Qur'ani.

MAQAM KEDUA: 142 Suatu pelajaran yang menyelamatkan pemuda dari terjatuh ke jurang kesesatan dan kefasikan, serta menjelaskan dan membuktikan dengan contoh-contoh bahwa dalam iman terdapat suatu kelezatan surga yang hakiki bahkan di dunia ini, dan dalam kesesatan terdapat suatu azab serta kesempitan neraka.

CATATAN KAKI MAQAM KEDUA: 148 Empat surat tentang penghiburan bagi para tawanan.

LAMPIRAN MAQAM KEDUA: 154 (Suatu masalah penting yang diperingatkan pada malam Lailatulqadar.)