KELIMAT KESEPULUH
Kelimat · hlm. 754
48 Di samping menafsirkan suatu hakikat penting ayat فَانْظُرْ اِلٰٓى اٰثَارِ رَحْمَتِ اللّٰهِ كَيْفَ يُحْيِى اْلاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا اِنَّ ذٰلِكَ لَمُحْيِى الْمَوْتٰى وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَد۪يرٌ (Maka pandanglah jejak-jejak rahmat Allah, bagaimana Ia menghidupkan bumi setelah matinya. Sesungguhnya Dia benar-benar Yang Menghidupkan orang-orang mati, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu) dan ayat-ayat tentang Kebangkitan serta Akhirat, dengan dua belas rupa perumpamaan yang logis lagi masuk akal serta dua belas hakikat qat'i yang terang; ia membuktikan iman kepada akhirat dengan cara yang begitu kuat, sehingga seorang manusia yang kalbunya belum sepenuhnya mati dan akalnya belum sepenuhnya padam, tunduk di hadapan pembuktian itu. Dengan izin Ilahi ia beriman. Jika pun tidak beriman, ia terpaksa berhenti mengingkari.