Risale-i NurKelimat

ISYARAT KEDELAPAN

Kelimat · hlm. 622

Hasil ukhrawi dari kecintaan penuh tafakur kepada dua wajah indah dunia — yakni wajah ladang akhirat dan wajah cermin asma Ilahi — ialah: akan diberikan sebuah surga seluas dunia, namun tidak fana seperti dunia yang fana, melainkan kekal. Dan asma yang di dunia hanya ditunjukkan bayangan lemahnya, akan ditampakkan dalam rupa yang paling gemerlap di cermin-cermin surga itu. Dan hasil dari mencintai dunia pada wajah ladang akhiratnya: Ia akan memberikan sebuah surga sedemikian rupa, sehingga dunia menjadi laksana persemaian kecil yang hanya menumbuhkan bibit hingga suatu derajat; sedang di surga, indra dan perasaan manusia — yang di dunia laksana bibit kecil — akan tersingkap dalam rupa yang paling sempurna, dan bakat yang di dunia laksana benih kecil akan berbulir dengan beragam kelezatan dan kesempurnaan — tetap dengan tuntutan rahmat dan hikmah, serta dengan nas hadis dan isyarat Al-Qur'an. Dan selama ia mencintai kedua wajah dunia yang memandang asma dan akhirat itu — bukan kecintaan tercela yang menjadi pangkal setiap kesalahan — demi asma dan akhirat, dan memakmurkan kedua wajah itu dengan ibadah pikiran, seakan-akan ia beribadah dengan seluruh dunianya; maka sudah pasti memperoleh balasan seluas dunia adalah tuntutan rahmat dan hikmah. Dan selama ia mencintai ladang akhirat dengan kecintaan kepada akhirat, dan mencintai cermin asma dengan kecintaan kepada Allah; sudah pasti ia menginginkan kekasih seluas dunia. Itulah sebuah surga seluas dunia.

Pertanyaan

Surga yang demikian besar lagi kosong itu, apa gunanya?

Jawaban

Sebagaimana, andai mungkin, jika dengan kecepatan khayal engkau mengitari seluruh penjuru bumi dan kebanyakan bintang, engkau dapat berkata "Seluruh alam adalah milikku." Keikutsertaan malaikat, manusia, dan hewan tak merusak hukummu itu. Demikian pula: meski surga itu penuh, engkau dapat berkata "Surga itu milikku." Rahasia surga seluas lima ratus tahun perjalanan yang diberikan kepada sebagian ahli surga dalam hadis, telah diterangkan di Kelimat Kedua Puluh Delapan dan Lem'a Ikhlas.