Risale-i NurKelimat

Bagian kedua para pekerja di istana alam semesta ini

Kelimat · hlm. 364

adalah hewan. Hewan pun, karena memiliki suatu nafsu yang berselera dan sebagian ikhtiar, amalnya tak murni karena Allah. Ia mengeluarkan suatu bagian untuk nafsunya pula sampai suatu kadar. Karena itu, karena Sang Pemilik Kerajaan Yang Mahaagung lagi Mahamulia adalah Karîm, untuk memberi suatu bagian bagi nafsu mereka, Ia menganugerahkan suatu gaji kepada mereka di dalam amal mereka. Misalnya: burung bulbul yang termasyhur

> (Catatan Kaki): Karena bulbul berbicara secara puitis, pembahasan kita ini pun sedikit terasa puitis. Namun ia bukan khayal, melainkan hakikat.

— hewan mungil yang dikenal dengan kecintaannya kepada mawar itu, dipekerjakan oleh Sang Fâthir Yang Mahabijaksana. Ia menggunakannya untuk lima tujuan:

Yang pertama

Ia ditugaskan memaklumkan atas nama kabilah-kabilah hewan hubungan yang kuat terhadap golongan-golongan tumbuhan.

Yang kedua

Ia adalah seorang penyeru Rabbâni dari pihak hewan yang bagaikan tamu Sang Rahmân yang membutuhkan rezeki, yang bertugas menyambut dengan tepuk tangan dan memaklumkan kegembiraan atas hadiah-hadiah yang dikirim oleh Sang Razzâq Yang Mahamulia.

Yang ketiga

adalah menampakkan di hadapan setiap orang sambutan yang baik terhadap tumbuhan yang dikirim sebagai pertolongan bagi sesama jenisnya.

Yang keempat

adalah menerangkan di atas kepala mereka yang mulia, di hadapan wajah-wajah indah tumbuhan, kebutuhan mendesak jenis hewan terhadap tumbuhan yang mencapai derajat cinta.

Yang kelima

adalah mempersembahkan ke hadirat rahmat Sang Pemilik Kerajaan Yang Mahaagung, Mahaindah, lagi Mahamulia, suatu tasbih yang teramat halus, dalam kesukaan yang teramat halus, pada wajah yang teramat halus bagaikan mawar.

Maka seperti lima tujuan ini, ada pula makna-makna lain. Makna-makna dan tujuan-tujuan ini adalah tujuan amal yang dikerjakan bulbul atas perhitungan Al-Haqq Subhânahu wa Ta'âlâ. Bulbul berbicara dengan lisannya sendiri. Kita memahami makna-makna ini dari perkataannya yang sendu, sebagaimana para malaikat dan ruhaniyat memahaminya... Meskipun ia sendiri tak sepenuhnya mengetahui makna nada-nadanya, itu tak merugikan pemahaman kita. "Pendengar lebih baik memahami daripada pengucap" adalah masyhur. Dan ketidaktahuan bulbul akan tujuan-tujuan ini secara terperinci tak menunjukkan ketiadaannya. Sekurang-kurangnya, seperti jam ia memberitahumu waktumu, sedangkan ia sendiri tak mengetahui apa yang ia perbuat. Ketidaktahuannya tak merugikan pengetahuanmu. Adapun gaji parsial bulbul itu adalah kelezatan yang ia peroleh dari menyaksikan bunga-bunga mawar indah yang tersenyum dan tertawa itu, serta kelezatan yang ia peroleh dari bercakap-cakap dan berbicara dengannya dan mencurahkan deritanya. Maka nada-nada sendunya bukanlah keluh kesah yang datang dari penderitaan hewani, melainkan rasa syukur yang datang dari pemberian-pemberian Rahmâni. Kiaskanlah pada bulbul: lebah, hewan jantan pejantan, laba-laba dan semut, yakni bulbul-bulbul serangga, hewan-hewan penular keturunan, dan hewan-hewan kecil. Masing-masing amalnya memiliki banyak tujuan seperti bulbul. Bagi mereka pun, sebagai suatu gaji parsial, suatu kelezatan khusus telah ditanamkan di dalam khidmah mereka. Dengan kelezatan itu, mereka mengabdi kepada tujuan-tujuan penting dalam seni Rabbâni. Sebagaimana pada sebuah bahtera sultan seorang prajurit menjadi juru kemudi lalu memperoleh suatu gaji parsial. Demikian pula, hewan-hewan yang berada dalam khidmah Subhâni ini memiliki gaji parsial masing-masing.

Pelengkap bagi pembahasan bulbul

Sekali-kali jangan engkau sangka bahwa pemakluman, penyeruan, dan nyanyian dengan nada-nada tasbih ini khusus bagi bulbul. Melainkan kebanyakan jenis, setiap jenisnya memiliki suatu kelompok yang serupa bulbul, yang memiliki seorang individu halus atau beberapa individu yang akan mewakili perasaan terhalus jenis itu dengan tasbih terhalus dan sajak-sajak terhalus. Khususnya bulbul-bulbul lalat dan serangga, jumlahnya banyak dan beraneka ragam, yang memperdengarkan tasbihnya dengan sajak-sajak indah di atas kepala semua yang bertelinga, dari hewan terkecil hingga terbesar, lalu membuat mereka berlezat-lezat. Sebagian dari mereka bersifat malam. Mereka adalah sahabat pelantun kasidah bagi seluruh hewan kecil yang tenggelam dalam diam dan masuk ke dalam keheningan di malam hari, para orator bertutur manis di tengah keheningan malam dan diamnya wujud-wujud. Dan di lingkaran zikir khafi dalam majelis khalwat itu, masing-masingnya adalah suatu kutub yang; setiap yang lain menyimaknya, lalu dengan kalbu mereka melakukan semacam zikir dan tasbih kepada Sang Fâthir Dzul-Jalâl mereka. Sebagian lainnya bersifat siang. Pada mimbar-mimbar pepohonan di siang hari, di atas kepala seluruh makhluk hidup, pada musim panas dan semi, dengan suara-suara tinggi, dengan nada-nada halus, dengan tasbih-tasbih bersajak, mereka memaklumkan rahmat Sang Rahmân Rahîm. Seakan-akan bagaikan seorang pemimpin lingkaran zikir jahri, mereka membangkitkan kerinduan para pendengar, sehingga ketika itu setiap pendengar memulai zikir kepada Sang Fâthir Dzul-Jalâl-nya dengan lisan khusus dan suara khusus. Maka setiap jenis wujud, bahkan bintang-bintang pun, memiliki seorang pemimpin zikir dan seekor bulbul penabur cahaya. Namun, yang paling utama, paling mulia, paling bercahaya, paling gemilang, paling agung, paling pemurah dari seluruh bulbul, yang suaranya paling tinggi, sifatnya paling cemerlang, zikirnya paling sempurna, syukurnya paling menyeluruh, hakikatnya paling sempurna, lagi rupanya paling elok, di taman alam semesta, yang membawa seluruh wujud bumi dan langit ke dalam wajd dan kerinduan dengan sajaknya yang halus, nada-nadanya yang lezat, tasbihnya yang luhur, bulbul mulia jenis manusia dan bulbul pengemban Al-Qur'an dari anak Adam: adalah Muhammad al-'Arabî. عَلَيْهِ وَ عَلٰٓى اٰلِه۪ وَ اَمْثَالِهِ اَفْضَلُ الصَّلاَةِ وَ اَجْمَلُ التَّسْل۪يمَاتِ

Kesimpulannya

Hewan yang berkhidmah di istana alam semesta, dengan menaati perintah-perintah penciptaan dalam ketaatan yang sempurna, dengan menampakkan tujuan-tujuan dalam fitrahnya secara indah dan atas nama Cenâb-ı Haq, lalu mengerjakan tugas-tugas kehidupannya dengan cara yang indah dan dengan kekuatan Cenâb-ı Haq — tasbih dan ibadah yang mereka lakukan itu adalah hadiah dan penghormatan mereka yang; mereka persembahkan ke hadirat Sang Fâthir Dzul-Jalâl lagi Pemberi Kehidupan.