Risale-i NurKalimat Kesepuluh

ISYARAT KETIGA:

Kalimat Kesepuluh · hlm. 18

Janganlah terlintas dalam benak: apalah pentingnya manusia yang kecil mungil ini, hingga dunia yang agung ini ditutup demi perhitungan amal-amalnya dan dibuka suatu lingkaran yang lain? Sebab manusia yang kecil mungil ini — berkat kemenyeluruhan fitrahnya — adalah seorang kepala pekerja di antara makhluk-makhluk ini, seorang penyeru kerajaan Ilahi, dan tempat penampakan suatu ubudiyah yang menyeluruh; karena itu ia memiliki kepentingan yang besar.

Jangan pula terlintas dalam benak: bagaimana mungkin dalam umur yang amat singkat seseorang berhak menerima azab yang abadi? Karena kekufuran menjatuhkan alam — yang setingkat dan senilai surat-surat Shamadaniyah ini — ke derajat yang tanpa makna dan tanpa tujuan, maka ia merupakan penghinaan terhadap seluruh alam; sebagaimana ia merupakan penolakan dengan pengingkaran terhadap seluruh asma Ilahi yang kudus — yang manifestasi dan ukiran-ukirannya tampak pada para makhluk ini — serta pendustaan terhadap seluruh dalil tanpa ujung yang memperlihatkan kebenaran dan kejujuran Allah Yang Haq; karena itu ia adalah sebuah kejahatan yang tiada terhingga. Sedangkan kejahatan yang tiada terhingga meniscayakan azab yang tiada terhingga...