Risale-i NurKalimat Kesepuluh

ISYARAT KEEMPAT:

Kalimat Kesepuluh · hlm. 18

Sebagaimana dalam hikayat, melalui dua belas gambaran, kita telah melihat bahwa: sama sekali tidak mungkin dari sisi mana pun raja semacam itu memiliki sebuah negeri laksana penginapan sementara, namun tidak memiliki sebuah negeri lain yang kekal — yang mantap, yang menjadi tempat penampakan kemegahannya, dan yang menjadi tumpuan kerajaan teragungnya... Demikian pula sama sekali tidak mungkin dari sisi mana pun: Khâliq Yang Kekal dari alam yang fana ini menciptakan alam ini, namun tidak menciptakan sebuah alam yang kekal? Tidak mungkin pula: Shâni' Yang Sarmadi (abadi) dari alam yang badî' (menakjubkan) lagi lenyap ini menciptakannya, namun tidak menciptakan sebuah alam lain yang mantap dan kekal? Tidak mungkin pula: Fâthir Yang Hakîm, Qadîr, lagi Rahîm dari dunia yang berkedudukan sebagai tempat pameran, medan ujian, dan ladang ini menciptakan dunia, namun tidak menciptakan negeri akhirat yang menjadi tempat penampakan seluruh tujuannya? Hakikat ini dimasuki melalui dua belas pintu. Pintu-pintu itu dibuka dengan dua belas hakikat. Kami mulai dari yang paling singkat dan paling sederhana: