Risale-i NurRisalah Orang-Orang Sakit

OBAT KETIGA BELAS:

Risalah Orang-Orang Sakit · hlm. 10

Wahai orang malang yang mengeluh dari penyakit! Penyakit bagi sebagian orang adalah suatu perbendaharaan penting, suatu hadiah Ilahi yang sangat berharga. Setiap orang sakit dapat membayangkan penyakitnya dari jenis itu. Karena waktu ajal tak tertentu; Allah, untuk menyelamatkan manusia dari keputusasaan mutlak dan kelalaian mutlak, untuk menahannya di antara takut dan harap serta pada titik menjaga sekaligus dunia dan akhirat, dengan hikmah-Nya menyembunyikan ajal. Karena ajal dapat datang setiap waktu; jika ia menangkap manusia dalam kelalaian, ia dapat sangat merugikan kehidupan abadinya. Penyakit mencerai-beraikan kelalaian, membuat orang memikirkan akhirat, mengingatkan pada kematian, sehingga ia bersiap demikian. Sebagian orang memiliki suatu keuntungan sedemikian rupa sehingga; suatu kedudukan yang tak dapat ia peroleh dalam dua puluh tahun, ia peroleh dalam dua puluh hari. Sebagai contoh, di antara teman-teman kami — semoga Allah merahmati mereka — ada dua pemuda. Yang satu Sabri dari İlama, yang lain Vezirzade Mustafa dari İslâmköy. Kedua tokoh ini, padahal tak berpena di antara murid-muridku, dengan takjub kulihat berada di barisan paling depan dalam ketulusan dan khidmat iman. Aku tak mengetahui hikmahnya. Setelah wafat mereka aku memahami bahwa; pada keduanya terdapat suatu penyakit penting. Dengan bimbingan penyakit itu, sebagai ganti pemuda-pemuda lalai lain yang meninggalkan kewajiban (fardu), mereka berada dalam suatu takwa terpenting, suatu khidmat terberharga, dan suatu keadaan yang bermanfaat bagi akhirat. Insya Allah kepayahan penyakit selama dua tahun menjadi sumber kebahagiaan kehidupan abadi selama jutaan tahun. Doa yang kadang kupanjatkan untuk kesehatan mereka, sekarang kupahami — dari sisi dunia — telah menjadi doa keburukan. Insya Allah doaku itu diterima untuk kesehatan ukhrawi mereka.

Nah, kedua tokoh ini, menurut keyakinanku, memperoleh suatu keuntungan sebesar perolehan yang akan diraih dengan takwa sepuluh tahun. Seandainya keduanya, seperti sebagian pemuda, mengandalkan kesehatan dan masa mudanya, lalu terjun ke kelalaian dan kebejatan; dan kematian pun mengintai mereka lalu menangkap mereka tepat di dalam kotoran dosa-dosa mereka; maka sebagai ganti perbendaharaan cahaya itu, mereka akan menjadikan kubur mereka sarang kalajengking dan ular.

Karena penyakit memiliki manfaat seperti itu, maka yang perlu darinya bukanlah mengeluh, melainkan tawakal, sabar, bahkan bersyukur, dan bersandar pada rahmat Ilahi.