Risale-i NurRisalah Orang-Orang Sakit

OBAT KESEPULUH:

Risalah Orang-Orang Sakit · hlm. 9

Wahai orang sakit yang risau tanpa perlu! Engkau risau dari beratnya penyakit. Kerisauan itu memperberat penyakitmu. Jika engkau ingin penyakitmu meringan, berupayalah untuk tidak risau. Yakni pikirkanlah faedah penyakit, pahalanya, dan bahwa ia akan cepat berlalu, angkatlah kerisauan, potonglah akar penyakitmu. Ya, kerisauan menggandakan penyakit; di bawah penyakit materi, dengan kerisauan ia memberi suatu penyakit maknawi ke kalbu; penyakit materi bersandar padanya, berlanjut. Seandainya dengan kepasrahan, keridaan, dan memikirkan hikmah penyakit, kerisauan itu pergi, maka suatu akar penting penyakit materi itu terpotong, ia meringan, sebagian pergi. Terlebih lagi dengan prasangka (waham), penyakit materi seberat satu dirham kadang membesar sebesar sepuluh dirham melalui perantaraan kerisauan. Dengan terpotongnya kerisauan, sembilan persepuluh penyakit itu pergi. Sebagaimana kerisauan menambah penyakit, karena ia berkedudukan sebagai menuduh hikmah Ilahi, mengkritik rahmat Ilahi, dan mengeluh terhadap Sang Pencipta Yang Maha Penyayang, ia menerima tamparan yang berlawanan dengan maksudnya, memperbanyak penyakitnya. Ya, sebagaimana syukur menambah nikmat.. demikian pula keluhan (syakwa); ia menambah penyakit dan musibah. Dan kerisauan itu sendiri pun adalah suatu penyakit. Obatnya adalah mengetahui hikmah penyakit. Karena engkau telah mengetahui hikmah serta faedahnya; oleskanlah salep itu ke kerisauan, loloslah. Sebagai ganti “Ah!” katakanlah “Oh!”, sebagai ganti “Aduh betapa menyesal!” ucapkanlah “Alhamdulillâhi 'alâ kulli hâl (segala puji bagi Allah dalam segala keadaan).”