Risale-i NurRisalah Orang-Orang Sakit

OBAT KEENAM:

Risalah Orang-Orang Sakit · hlm. 6

{(Catatan): Karena kilatan ini terkenang secara fitri, pada tingkatan keenam ditulis dua obat. Agar tidak mengganggu kefitriannya kami membiarkannya demikian, kami tak mengubahnya dengan pikiran mungkin ada suatu rahasia.}Wahai saudaraku yang memikirkan kesenangan dunia lalu menderita kepedihan dari penyakit! Seandainya dunia ini kekal, dan seandainya tak ada kematian di jalan kita, dan seandainya angin-angin perpisahan serta kelenyapan tak berhembus, dan seandainya tak ada musim-musim dingin maknawi di masa depan yang penuh musibah lagi penuh badai; aku pun akan mengasihani keadaanmu bersamamu. Namun karena dunia suatu hari akan berkata kepada kita “ayo keluar,” akan menutup telinganya dari jeritan kita, maka sebelum ia mengusir kita ke luar, dengan peringatan-peringatan penyakit ini kita harus meninggalkan cintanya sejak sekarang. Sebelum ia meninggalkan kita, kita harus berupaya meninggalkannya di kalbu. Ya, penyakit mengingatkan makna ini kepada kita dan berkata: “Tubuhmu bukan dari batu, bukan dari besi. Melainkan ia tersusun dari berbagai materi yang senantiasa mudah terpisah. Tinggalkan kesombongan, pahami ketidakberdayaanmu, kenali Pemilikmu, ketahuilah tugasmu, pelajari untuk apa engkau datang ke dunia!” demikian ia mengingatkan secara tersembunyi ke telinga kalbu. Dan karena kesenangan serta kelezatan dunia tak berlanjut. Khususnya jika tak halal, ia sekaligus tak berlanjut, penuh kepedihan, lagi penuh dosa. Janganlah menangis dengan dalih penyakit karena engkau kehilangan kesenangan itu; sebaliknya, pikirkanlah sisi ibadah maknawi dan pahala ukhrawi dalam penyakit, berupayalah mengambil kesenangan.