Risale-i NurPanduan Wanita

MUKADIMAH:

Panduan Wanita · hlm. 58

Allah, dengan ulûhiyah-Nya yang agung, dengan rahmat-Nya yang indah, dengan rubûbiyah-Nya yang besar, dengan kelembutan-Nya yang mulia, dengan kudrat-Nya yang agung, dan dengan hikmah-Nya yang halus, telah melengkapi dan menghiasi wujud manusia yang kecil ini dengan sekian banyak indra dan perasaan, dengan sekian banyak anggota dan perangkat, dengan berbagai organ dan alat, serta dengan bermacam-macam kelembutan ruhani dan sifat maknawi; agar melalui alat-alat yang bermacam-macam dan amat banyak itu, Dia merasakan, memberitahukan, mengecapkan, dan memperkenalkan kepada manusia itu jenis-jenis nikmat-Nya yang tak terhingga, bagian-bagian karunia-Nya, dan lapisan-lapisan rahmat-Nya.

Dan lagi, agar Dia memberitahukan, menimbangkan, dan mencintakan kepada manusia melalui alat-alat itu jenis-jenis manifestasi seribu satu asma-Nya yang tak terhingga. Dan sebagaimana setiap satu dari alat dan perangkat yang amat banyak pada manusia itu memiliki khidmah dan ubudiyah yang berlainan, demikian pula masing-masing memiliki kelezatan, derita, tugas, dan pahala yang berlainan.

Misalnya mata: ia menyaksikan keindahan-keindahan pada rupa-rupa dan berbagai jenis mukjizat kudrat yang indah di alam yang terlihat. Tugasnya ialah bersyukur kepada Sâni'-nya dengan pandangan penuh ibrah. Kelezatan dan derita yang khas bagi penglihatan sudah dimaklumi, tak perlu diuraikan.

Misalnya telinga: ia merasakan jenis-jenis suara dan nada-nadanya yang lembut, serta kelembutan-kelembutan rahmat Allah di alam yang terdengar. Ia memiliki ubudiyah tersendiri, kelezatan tersendiri, dan pahala tersendiri.

Misalnya indra pencium: ia merasakan kelembutan-kelembutan rahmat pada golongan bau-bauan. Ia memiliki tugas syukur dan kelezatan yang khas baginya. Tentu ia memiliki pula pahala.

Misalnya indra pengecap pada lidah: dengan memahami segala cita rasa makanan, ia menjalankan tugas dengan syukur maknawi yang amat beraneka ragam; dan seterusnya... Seluruh perangkat manusia serta kelembutan-kelembutan yang besar dan penting seperti kalbu, akal, dan ruh, masing-masing memiliki tugas, kelezatan, dan derita yang berlainan seperti itu.

Maka Allah, Sang Hakîm Mutlak, tentu akan memberikan kepada setiap satu dari perangkat yang Dia pekerjakan pada diri manusia ini upah yang layak baginya. Hasil-hasil segera di dunia dari berbagai jenis cinta itu — sebagaimana telah diterangkan — dirasakan setiap orang dengan hati nuraninya, dan terbukti dengan firasat yang benar. Adapun hasil-hasilnya di akhirat: keberadaannya dan kepastian terwujudnya secara ringkas telah dibuktikan dengan dua belas hakikat pasti yang gemilang dalam Kelimat Kesepuluh dan dengan enam asas yang terang dalam Kelimat Kedua Puluh Sembilan; dan secara terperinci, dengan ayat-ayat yang terang dari al-Qur'an yang penuh hikmah — اَصْدَقُ الْكَلاَمِ وَاَبْلَغُ النِّظَامِ كَلاَمُ اللّٰهِ الْمَلِكِ الْعَز۪يزِ الْعَلاَّمِ — dengan penegasan, sindiran, remiz, dan isyaratnya, semuanya tetap secara pasti. Tak perlu lagi mendatangkan bukti-bukti yang lebih panjang. Lagi pula banyak bukti telah lalu dalam Kelimat-Kelimat yang lain, dalam maqam kedua yang berbahasa Arab dari Kelimat Kedua Puluh Delapan yang berkenaan dengan surga, dan dalam Kelimat Kedua Puluh Sembilan.