ISYARAT KEDUA
Panduan Pemuda · hlm. 93
Cinta kepada nafsumu di dunia secara halal — yakni bukan cinta yang dibangun di atas kelebihan-kelebihannya, melainkan mendidiknya dengan kasih sayang yang dibangun di atas melihat kekurangan-kekurangannya lalu menyempurnakannya, serta menggiringnya ke kebaikan — hasilnya: Allah جل جلاله memberikan kekasih-kekasih yang layak bagi nafsu itu di surga. Selama nafsu di dunia telah menggunakan dengan baik hawa dan keinginannya di jalan Allah جل جلاله Yang Mahaagung, serta telah memakai perangkat dan perasaannya dengan cara yang baik; maka Al-Kerim-i Mutlak (Yang Mahamulia Mutlak) — sebagai hasil dari cinta yang halal lagi penuh pengabdian di dunia — di surga akan memakaikan kepadanya tujuh puluh jubah yang berbeda-beda, yang merupakan contoh dari tujuh puluh aneka hiasan dan kelembutan surga; lalu menghiasi tubuhnya dengan tujuh puluh aneka keindahan yang akan menyenangkan dan membelai seluruh kepekaan dalam dirinya; dan akan memberikan di negeri keabadian itu para bidadari yang masing-masing laksana sebuah surga kecil yang bernyawa — hal ini dijelaskan dan dibuktikan dengan banyak ayat.
Dan cinta kepada masa muda di dunia, yakni hasil dari membelanjakan kekuatan masa muda dalam ibadah: adalah sebuah masa muda yang abadi di negeri kebahagiaan.