Poin Pertama:
Lem'alar · hlm. 98
Salah satu tipu daya setan yang terbesar: dari sisi keagungan hakikat-hakikat keimanan, ia menipu manusia yang berkalbu sempit, berakal pendek, lagi berpikiran picik, seraya berkata: “Dikatakan bahwa satu Zat tunggal mengatur dan mengurus seluruh atom, planet, bintang, dan segala yang ada beserta seluruh keadaannya dalam pengaturan rububiah-Nya. Bagaimana masalah besar yang demikian tak terhingga lagi menakjubkan dapat diimani? Bagaimana ia dapat menetap di kalbu? Bagaimana pikiran dapat menerimanya?” Dari sisi ketidakberdayaan insani, ia membangkitkan suatu perasaan pengingkaran.
Jawaban:
Rahasia yang membungkam tipu daya setan ini adalah “Allahu Akbar”. Dan jawaban hakikinya pun adalah “Allahu Akbar”. Ya, pengulangan “Allahu Akbar” yang demikian banyak dalam syiar-syiar Islam adalah untuk melenyapkan tipu daya ini. Karena kekuatan manusia yang tak berdaya, kudratnya yang lemah, dan pikirannya yang sempit, melihat dan membenarkan hakikat-hakikat besar yang demikian tak terhingga itu dengan cahaya “Allahu Akbar”, memikul hakikat-hakikat itu dengan kekuatan “Allahu Akbar”, dan menempatkannya dalam lingkaran “Allahu Akbar”; lalu ia berkata kepada kalbunya yang jatuh ke dalam waswas: Pengaturan dan pengurusan alam semesta ini yang sangat teratur tampak secara penyaksian.
Dalam hal ini ada dua jalan:
Jalan pertama:
Ia mungkin, tetapi sangat agung lagi luar biasa. Memang, karya luar biasa semacam ini terjadi dengan suatu seni yang luar biasa, melalui suatu jalan yang sangat menakjubkan. Adapun jalan itu adalah: ia terjadi dengan rububiah, iradah, dan kudrat suatu Zat Yang Maha Esa lagi Maha Bergantung kepada-Nya Segala Sesuatu (Zât Ahad Shamad), yang saksi-saksi keberadaan-Nya sebanyak jumlah yang ada, bahkan sebanyak jumlah atom.
Jalan kedua:
Yaitu jalan syirik dan kufur yang tak memiliki satu sisi kemungkinan pun, yang penuh kesulitan sampai derajat kemustahilan, dan yang tak masuk akal dari sisi mana pun. Karena sebagaimana dibuktikan secara sangat pasti dalam banyak risalah seperti Surat Kedua Puluh dan Kelimat Kedua Puluh Dua: saat itu, pada setiap yang ada di alam semesta, bahkan pada setiap atomnya, harus terdapat suatu uluhiah mutlak, suatu ilmu yang meliputi, dan suatu kudrat yang tak terhingga. Agar ukiran-ukiran seni yang sempurna lagi terhias — dengan tatanan dan keteraturan pada derajat tertinggi serta dengan timbangan dan pembedaan yang sangat halus, yang tampak secara penyaksian pada segala yang ada — dapat terwujud.
Kesimpulannya: Seandainya tidak ada rububiah yang agung lagi mahabesar, yang sepenuhnya layak dan sepenuhnya tepat, maka saat itu harus ditempuh suatu jalan yang tak masuk akal lagi mustahil dari segala sisi. Untuk lari dari keagungan yang layak lagi mesti, lalu masuk ke dalam yang mustahil lagi tak mungkin — bahkan setan pun tak dapat menawarkannya.